Kehilangan pendapatan paling besar akan dialami oleh maskapai penerbangan China. Menurut mereka, maskapai Negeri Tirai Bambu akan kehilangan pendapatan sampai dengan US$12,8 miliar.
Selain berdampak pada maskapai di Asia Pasifik, IATA juga menyatakan penyebaran virus juga akan berdampak pada pendapatan maskapai di luar kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas masalah tersebut, ia mengatakan tidak ada pilihan lain; menghentikan penyebaran virus adalah prioritas utama yang harus dilakukan.
Virus Corona tengah menyebar ke beberapa kawasan penjuru dunia. Virus tersebut sampai dengan saat ini sudah membunuh 2.244 orang.
Selain itu, virus juga sudah menginfeksi sekitar 75 ribu orang. Sebelum virus mewabah, IATA memperkirakan kinerja maskapai di kawasan Asia Pasifik akan tumbuh 4,8 persen pada tahun ini. Tapi setelah virus menyebar, kinerja maskapai mengalami kontraksi 8,2 persen.
[Gambas:Video CNN]
(agt)