Dampak Corona, Petani Bali Bisa Kuasai Pasar Produk Tertentu

CNN Indonesia | Jumat, 21/02/2020 04:05 WIB
Dampak Corona, Petani Bali Bisa Kuasai Pasar Produk Tertentu Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wira Suryantala/nym/ss/ama/14)
Denpasar, CNN Indonesia -- Pengamat pertanian berharap petani dan pemerintah di Bali memanfaatkan momentum mengembangkan teknik budidaya pertanian setelah pemerintah menunda ekspor dan impor produk tertentu dari China akibat wabah virus corona

Langkah ini diyakini bisa membuat petani lokal lebih berkembang. Pula bisa menguasai pasar tertentu.

"Petani lokal harus bisa menjadi produsen dari produk-produk pertanian yang dibutuhkan oleh konsumen," ujar Pengamat Pertanian sekaligus Rektor Universitas Dwijendra Bali, Gede Sedana, Kamis (20/2).


Ia meminta para petani, pengusaha dan pemerintah di Bali segera berbenah memanfaatkan momentum dengan memproduksi produk-produk pertanian, terutama hortikultura.

Namun produk-produk pertanian yang diproduksi oleh petani lokal Bali, kata dia, harus memiliki kualitas tinggi agar bisa menyaingi produk-produk dari China.  

"Kesempatan ini menjadi peluang pasar untuk beberapa bulan ke depan dan bahkan untuk pembangunan pertanian yang berkelanjutan," jelasnya. 

Gede Sedana mengatakan langkah awal yang bisa dilakukan adalah penyediaan benih, bibit dan teknik budidaya hingga teknologi panen dan pasca panen. 

Dengan memperbaiki teknik budidaya pertanian ini, diharapkan petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk.  

"Teknologi pasca-panen yang diperlukan untuk diterapkan adalah teknik panen yang berkaitan dengan umur panen dan cara memanen, yang dibarengi oleh teknik penyimpanan, kemasan dan transportasi dari sentra produksi ke gudang, dan sampai ke konsumen," ujarnya.   

[Gambas:Video CNN]
Gubernur Bali, Wayan Koster juga telah mengeluarkan Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. 

Sedana menilai sekarang juga merupakan waktu yang tepat untuk mewujudkan poin-poin yang dimuat dalam pergub tersebut. 

Ia menilai pola pemberdayaan pertanian perlu dilakukan dengan sinergitas yang baik dari berbagai sektor untuk membangun pertanian. 

"Salah satu bentuk pemberdayaan ini adalah kemitraan yang harus dibangun guna menghubungkan antara sektor hulu sampai sektor hilir," jelasnya. 

Dengan demikian, Pergub ini dapat semakin terakselerasi guna menjamin penyediaan produk-produk lokal dalam jumlah tertentu dan berkualitas seperti permintaan pasar. 

"Peluang ini akan meningkatkan kesejahteraan para petani beserta keluarganya," katanya.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian menunda perdagangan sayuran, hewan, dan buah-buahan menuju dan dari China guna mencegah wabah novel corona(Covid-19) masuk ke Indonesia. Keputusan ini diambil menyusul Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan status darurat global terkait virus corona.
(put/bmw)