G20 Akan Longgarkan Kebijakan Moneter Hadapi Virus Corona

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 24/02/2020 15:15 WIB
G20 Akan Longgarkan Kebijakan Moneter Hadapi Virus Corona Para Menteri Keuangan dan Kepala Bank Central G20 sepakat melonggarkan kebijakan moneter untuk menghadapi dampak wabah virus corona. (STR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 akan melonggarkan kebijakan moneter menghadapi wabah virus corona yang melanda dunia.

Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan epidemi ini akan mengikis 0,1 poin dari pertumbuhan global.

Para pemimpin G20 tersebut dengan tegas akan terus melakukan pemantauan risiko global dari virus corona.


Dikutip dari Antara, Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin mengungkap para bangkir akan mencari opsi untuk menanggapi epidemi. Sementara itu, Gubernur Bank of Jepang, Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan pihaknya siap melonggarkan kebijakan jika diperlukan.

China pun akan meningkatkan penyesuaian kebijakan untuk membantu kebijakan untuk membantu meredam pukulan terhadap ekonomi dan wabah.

"Wabah virus corona pasti akan memiliki dampak relatif besar pada ekonomi dan masyarakat," ujar Presiden China Xi Jinping.

Menteri Keuangan Saudi Mohammed al-Jadaan mengatakan pihaknya telah sepakat dengan seluruh negara G20 akan menyiapkan intervensi dengan kebijakan yang diperlukan.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan dalam skenario dasar, kebijakan yang diterapkan ekonomi China akan kembali normal pada kuartal dua.

"Akibatnya, dampak pada ekonomi dunia akan relatif kecil dan berumur pendek. Namun, kami juga melihat skenario yang lebih mengerikan di mana penyebaran virus berlanjut lebih lama dan global dengan konsekuensi pertumbuhan yang berlarut," ujarnya.

Hingga saat ini, virus corona telah menyebar ke 30 negara. Sebanyak 79.360 kasus telah terdeteksi di seluruh dunia dan menelan korban meninggal hingga 2.619 orang.

[Gambas:Video CNN]


(age/bir)