Kasus Virus Corona Bertambah, IHSG Diproyeksi Loyo

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 06:33 WIB
Kasus Virus Corona Bertambah, IHSG Diproyeksi Loyo IHSG diproyeksi melemah pada perdagangan Selasa (25/2) karena lonjakan kasus virus corona di luar China. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Selasa (25/2). Pelemahan indeks saham karena lonjakan jumlah kasus virus corona, terutama di luar China.

Hingga kemarin, Senin (24/2), tercatat 79.330 kasus terinfeksi virus corona dilaporkan secara global dengan kasus kematian sebanyak 2.469 jiwa.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan melonjaknya kasus virus corona menjadi faktor pelemahan, sehingga investor beranggapan bisa memicu risiko pertumbuhan ekonomi global.


"Kami perkirakan pergerakan IHSG masih akan cenderung berat," kata Lanjar seperti dikutip dari risetnya Selasa, (25/2).

Ia memprediksikan IHSG bergerak dalam rentang support 5.760 dan resistance 5.843.

Sementara, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pola gerak IHSG saat ini masih terpantau betah berada di rentang konsolidasi.

Ini artinya potensi kenaikan masih akan terjadi hari ini. "Tekanan terlihat cukup terbatas, hari ini IHSG berpotensi menguat," ungkap William dikutip dari risetnya hari ini.

Ia memprediksikan IHSG bergerak dalam rentang support 5.761 dan resistance 5.988.

Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak tak berdaya. Indeks Dow Jones terjun 3,56 persen ke level 27.960, S&P 500 merosot 3,35 persen ke level 3.225, dan Nasdaq Composite keok 3,71 persen menjadi 9.221.

[Gambas:Video CNN]

(wel/bir)