Mengutip AFP, Rabu (26/2), penambahan waktu penangguhan terbang sejalan dengan imbauan Kementerian Luar Negeri Kanada yang meminta warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke China.
Situs resmi Air Canada menyebut perusahaan dan otoritas kesehatan masih memantau situasi yang berkembang saat ini dengan seksama dan akan menyesuaikan jadwal penerbangan sesuai dengan kebutuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Air Canada, maskapai lainnya juga membatasi layanan terbang dan menyetop sementara tujuan China dan beberapa negara di dunia. Singapore Airlines, misalnya, menangguhkan layanan terbang ke Amerika Serikat, Eropa, Asia, termasuk Indonesia.
Tidak kurang dari 150 jadwal terbang Singapore Airlines dan anak usahanya, SIlk Air, dibatalkan hingga Mei 2020. Perusahaan bahkan menawarkan pengembalian (refund) kepada penumpang.
[Gambas:Video CNN]
(afp/bir)