Jokowi Mulai Bagikan Kartu Parkerja Maret 2020 di 3 Kota

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 19:07 WIB
Jokowi akan membagikan kartu prakerja mulai Maret 2020 agar ekonomi RI tak 'terinfeksi' virus corona. Pemerintah akan membagikan kartu prakerja mulai Maret 2020. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah akan mempercepat rilis kartu prakerja. Dengan percepatan tersebut, rilis yang rencananya dilakukan Agustus akan dimajukan menjadi Maret 2020. 

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan rilis kartu akan dilakukan di tiga provinsi, yaitu Bali, Sulawesi Utara, Kepulauan Seribu.  Pemerintah kini sedang mempersiapkan peraturan pelaksana program berbentuk perpres.

Selain itu, pemerintah juga akan membentuk petugas pelaksana proyek (Project Manager Office/PMO).


"Dan kemudian selanjutnya akan disiapkan mekanismenya dari Kementerian Keuangan, sehingga target pelaksanaan di tiga lokasi tersebut bisa dilaksanakan pada Maret 2020," kata Airlangga, Kamis (25/2).

Airlangga menjelaskan percepatan penerbitan kartu prakerja dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah 'infeksi' virus corona terhadap ekonomi domestik. Dengan kartu itu, masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan diharapkan bisa mendapatkan pelatihan dan tetap produktif.

"Sistem itu juga akan dilakukan pelatihan dengan menggunakan aplikasi online, tapi pelatihannya sendiri bisa offline," terang Airlangga.

Ia bilang kartu prakerja akan menyasar dua juta penerima. Penerima itu terbagi atas dua kelompok.

Kelompok pertama, sebanyak 1,5 juta penerima yang mendaftar secara digital melalui situs perekrutan program. Sisanya, sebanyak 500 ribu penerima akan dijaring secara manual melalui pendaftaran langsung seperti melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan pusat pelatihan yang dimiliki oleh kementerian/lembaga dan swasta.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Airlangga menyatakan kartu prakerja baru akan diluncurkan secara nasional pada Agustus 2020 mendatang. Ini artinya, ada percepatan penerbitan kartu khusus di tiga daerah.

Penerima manfaat kartu prakerja nantinya akan mendapatkan pelatihan dengan nilai Rp3 juta-Rp7 juta. Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp10 triliun untuk kartu prakerja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. (aud/agt)