The Fed Prediksi Perang Dagang Akan 'Lukai' Ekonomi AS

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 00:07 WIB
The Fed Prediksi Perang Dagang Akan 'Lukai' Ekonomi AS The Fed menilai dampak perang dagang akan membekas ke perekonomian AS. (Istockphoto/cybrain)
Jakarta, CNN Indonesia -- The Fed mengungkap konflik perang dagang Amerika Serikat dan China selama dua tahun terakhir diproyeksi akan 'berbekas' pada ekonomi AS.

Dikutip dari AFP, Presiden The Fed Regional Cleveland Loretta Mester menilai wabah virus corona di China menambah faktor risiko lain terhadap prospek ekonomi AS.

"Pada titik ini, sulit untuk menilai besarnya dampak ekonomi, tetapi sumber ketidakpastian baru ini adalah sesuatu yang akan saya amati dengan cermat," katanya tentang epidemi virus corona, Selasa (25/2).


Walaupun meninggalkan banyak tarif dan pakta perdagangan parsial dengan China untuk gencatan senjata, Mester mengatakan gambaran perdagangan akan membaik pada 2020.


"Namun demikian, beberapa efek jangka panjang yang timbul dari perang perdagangan, kemungkinan besar," katanya dalam pidatonya di National Association for Business Economics.

Dengan hilangnya ketidakpastian iklim investasi, Mester mengungkap berarti bisnis yang menunda rencana lebih mungkin untuk berinvestasi. Namun, beberapa perusahaan asing telah mengubah orientasi rantai pasokan mereka dari perusahaan AS.

"Yang berarti ekspor ini mungkin hilang secara permanen," ungkapnya.

Mester pun mengungkap investasi yang lamban juga merupakan sumber kekhawatiran.

"Tanpa investasi dalam teknologi dan modal baru, produktivitas akan terus melemah, mengurangi potensi pertumbuhan ekonomi dan standar kehidupan," paparnya.


Epidemi di China menimbulkan ketidakpastian atas prospek usaha. Mester mengungkap wabah Corona ini sulit untuk dibandingkan dengan epidemi SARS pada 2003, yang menyebabkan perlambatan kecil dalam ekonomi AS.

"China tidak sebesar sekarang dalam ekonomi global saat itu, Berbeda dengan saat ini, jadi ada potensi dampak yang lebih besar jika rantai pasokan terganggu atau investasi ditunda," katanya.

[Gambas:Video CNN]


(age/agt)