Corona, Kementan Alihkan Impor Bawang Putih China ke India

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 17:38 WIB
Corona, Kementan Alihkan Impor Bawang Putih China ke India BKP tengah berupaya mengalihkan impor bawang putih dari China ke India. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mengusahakan pengalihan impor dari China ke India. Pengalihan ini disebabkan oleh kekhawatiran wabah virus corona yang belum kunjung selesai.

Kepala BKP Agung Hendriadi mengatakan stok bawang putih yang kian menipis mengharuskan pemerintah untuk mencari sumber impor dari negara selain China untuk menekan harga bawang putih di pasar.

"Pemerintah China masih produksi tapi apa medianya bersih? Kami coba (impor) dari India. Stok kita Maret ke April habis, oleh karena itu akan alih distribusi, alih buyer (beli)," katanya pada Kamis (27/2).


Saat ini, stok bawang putih nasional berada di kisaran 80 ribu ton. Dengan konsumsi nasional sebesar 40 ribu-an ton per bulannya, dipastikan stok tersebut hanya akan bertahan untuk dua bulan konsumsi atau sampai April mendatang.

Agung mengatakan kuota (impor) yang diajukan adalah untuk stok 2 bulan mendatang atau sebesar 103 ribu ton. Kuota itu telah menghitung kebutuhan ramadan yang jatuh pada April mendatang.

Meski telah melakukan pengajuan, Agung belum dapat memastikan kapan impor tersebut dapat masuk ke dalam negeri. Sebab, hingga saat ini baru 62 ribu ton dari total kuota 103 ribu ton yang diterbitkan Kementerian Perdagangan lewat Surat Perizinan Impor (SPI).

"Kami kemarin mengajukan 103 ribu (ton). Kami mendorong Kemendag untuk mengeluarkan SPI," ucap Agung.

Sebagai informasi, bawang putih merupakan komoditas yang setiap tahunnya diimpor. Hingga kini, pemerintah masih bergantung dengan impor dari China.

[Gambas:Video CNN]

Dari tahun ke tahun, angka impor bawang putih terus menanjak. Pada 2018, total volume impor bawang putih mencapai 583 ribu ton atau naik 4,16 persen dari 2017 yang berada di kisaran 559,7 ribu ton.

Sementara itu, peneliti Badan Kesehatan AS menyatakan virus corona bisa bertahan 5 menit hingga 9 hari ketika menempel di benda mati. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap virus corona SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndome). Virus disebut bisa bertahan selama itu jika benda-benda tersebut tidak didisinfektan.

Kendati demikian, belum ada kajian khusus terkait penyebaran wabah virus corona baru yang terjadi di Wuhan, China.




(wel/sfr)