Kepala BKP Agung Hendriadi mengungkap pengajuan impor tersebut dilakukan untuk menjaga stok dalam negeri. Sebab, masa giling tebu terlambat pada tahun ini.
Sebagai catatan, masa giling tebu biasanya dilakukan pada Mei. Sementara, tahun ini baru akan dilakukan pada Juni atau Juli karena kemarau menyebabkan masa tanam mundur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Kamar Dagang Indonesia (Kadin), gula pasir merupakan komoditas yang kebutuhannya belum dapat dipenuhi produksi dalam negeri alias sebagian masih impor.
Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia Franciscus Welirang menyebut kegagalan tersebut disebabkan oleh sasaran kebijakan ketahanan pangan pemerintah yang tidak fokus.
Franciscus berharap pemerintah tak hanya menyalahkan iklim sebagai faktor penghambat namun juga dapat menghasilkan kebijakan yang dapat menopang ketersediaan komoditas gula pasir.
Sebelumnya, wacana dibukanya keran impor gula konsumsi sebanyak 200 ribu ton diungkapkan oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Dia mengatakan kajian dilakukan dengan melibatkan banyak pihak.
"Semua itu kan berdasarkan rakortas, jadi sesuai rakortas nanti dikeluarkan. Kami tidak serta merta keluarkan (izin) karena harus ada koordinasi dengan kementerian lain supaya akurasinya tepat sasaran," ungkap Agus, Rabu (19/2).
Dia meyakinkan petani tidak akan diganggu impor gula konsumsi. Untuk itu, Agus bakal memastikan harga jual gula impor tak akan lebih murah dari harga produksi lokal.
[Gambas:Video CNN]
(sfr/sfr)