BPS Catat Neraca Dagang Tekor US$864 Juta pada Januari 2020

CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 12:09 WIB
BPS Catat Neraca Dagang Tekor US$864 Juta pada Januari 2020 Neraca perdagangan defisit US$864,2 juta pada Januari 2020. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan defisit US$864,2 juta pada Januari 2020. Secara tahunan, defisit tersebut turun 18,7 persen dibandingkan sebelumnya US$1,06 miliar.

Jika dirinci, defisit pada Januari berasal dari nilai ekspor US$13,41 miliar yang lebih kecil dibandingkan impor yang mencapai US$14,28 miliar.

"Defisit neraca perdagangan ini dipicu oleh sektor migas yang mengalami defisit 1,18 miliar dolar AS, walaupun sektor nonmigas surplus 0,32 miliar dolar AS," kata Kepala BPS Suhariyanto seperti dikutip dari Antara, Senin (17/2).


Nilai ekspor Indonesia pada Januari turun 3,71 persen secara tahunan. Dibandingkan bulan sebelumnya, angka itu merosot 7,16 persen.


Penurunan ekspor Januari 2020 dibanding Desember 2019 disebabkan oleh menurunnya ekspor migas 28,73 persen, yaitu dari US$1,13 miliar menjadi US$805,9 juta.

Penurunan ekspor migas disebabkan oleh menurunnya ekspor hasil minyak 3,45 persen menjadi US$168,9 juta dan ekspor minyak mentah 83,29 persen menjadi US$32,9 juta. Demikian juga ekspor gas 20,41 persen menjadi US$604,1 juta.

Penurunan juga terjadi pada ekspor nonmigas yang sebesar 5,33 persen dari US$13,3 miliar menjadi US$12,6 miliar. Ekspor industri pengolahan meningkat 3,16 persen menjadi US$10,522 miliar, sedangkan ekspor pertambangan lainnya menurun 19,15 persen menjadi US$1,78 miliar.

Sedangkan, nilai impor Indonesia pada Januari 2020 turun 1,60 persen dibanding Desember 2019. Demikian pula jika dibanding Januari 2019 turun 4,78 persen.

Hal tersebut disebabkan oleh turunnya nilai impor migas dan nonmigas masing-masing sebesar US$146,1 juta atau 6,85 persen dan 85,5 juta dolar AS atau 0,69 persen.

Penurunan impor migas dipicu oleh merosotnya nilai impor minyak mentah US$185,3 juta atau 26,50 persen dan hasil minyak US$124,5 juta atau 10,13 persen. Sebaliknya, nilai impor gas melejit US$163,7 juta atau 79,68 persen.

"Tentunya kami harapkan, misalnya implementasi biodiesel 30 (B30) akan bergulir dengan mulus sehingga neraca perdagangan akan lebih baik," ujarnya.

Sementara, penurunan impor nonmigas terjadi pada barang konsumsi mencapai 11,19 persen secara month to month menjadi US$1,46 miliar, barang baku/penolong meningkat 1,67 persen menjadi US$10,57 miliar, dan barang modal melorot 8,99 persen menjadi US$2,23 miliar.

Berdasarkan negara asal impor, total nilai impor non migas dari tigabelas negara selama Januari 2020 sebesar US$9,67 miliar atau turun 3,14 persen dibanding Desember 2019. Kondisi tersebut disebabkan oleh turunnya nilai impor beberapa negara utama seperti China 3,08 persen menjadi US$ 125,2 juta, Thailand 14,14 persen menjadi US$104,5 juta, dan Australia 26,36 persen menjadi US$86,9 juta.

[Gambas:Video CNN]


(ara/sfr)