Visa Umrah Disetop, Travel Aceh Minta Saudi Beri Kepastian

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 19:36 WIB
Visa Umrah Disetop, Travel Aceh Minta Saudi Beri Kepastian Jamaah umrah tertahan di Bandara Soetta, Kamis (27/2) akibat penghentian visa umrah yang diberlakukan Arab Saudi. (CNN Indonesia/Dhio Faiz).
Aceh, CNN Indonesia -- Biro perjalanan umrah di Aceh mengaku terkejut dan bingung dengan penghentian visa bagi wisatawan atau jemaah umrah yang  diberlakukan pemerintah Arab Saudi. Mereka minta pemerintah Arab Saudi memberikan kepastian kapan penghentian tersebut dilakukan.

Pasalnya, puluhan jemaah mereka sudah ada yang bersiap untuk keberangkatan ke tanah suci, Mekkah.  Salah satu permintaan disampaikan Iskandaria Group Umrah dan Travel.

General Manager Iskandaria Group Umrah dan Travel Herdiansyah menyatakan permintaan disampaikan karena kebijakan tersebut membuat pihak travel umrah harus menjadwal ulang perjalanan jemaah.


Dan untuk menjadwal ulang tersebut tidak mudah. Pihaknya harus memberi pengertian lebih kepada jemaah yang hendak berangkat. Pasalnya, ada jemaah yang tetap menanyakan kepastian kapan akan berangkat walau sudah mendapatkan informasi soal kebijakan Arab Saudi tersebut.

Ia mengatakan sejauh ini pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak maskapai penerbangan untuk bisa menjadwalkan ulang. Langkah tersebut dilakukan sebelum jatuh tempo tanggal 15 Maret 2020 sesuai waktu yang diberikan oleh maskapai.

"Kami ada jemaah 29 Februari yang harusnya berangkat. Tapi pihak maskapai memberi kelonggaran untuk dijadwal ulang. Jemaah sudah kami sampaikan. Tapi satu dua orang ada yang tanya ke kami, dan sudah kami klarifikasi. Mereka [jamaah] memahami, akan hal ini. Harapan kami ini tidak terlalu lama," ucapnya saat ditemui di kantor Iskandaria Umrah dan Travel, di Banda Aceh, Kamis (27/2).

Ia berharap ada kepastian dari Arab Saudi kapan penghentian umrah tersebut itu dihentikan agar tidak ada pihak yang dirugikan. Dia meyakini banyak agen travel lainnya yang masih bertanya-tanya soal kepastian larangan itu dicabut  oleh Arab Saudi.

"Karena ini sifatnya sementara dan bukan permanen, kami harap tidak lama. Kami juga butuh kepastian dari Arab Saudi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah dan In-Bound Indonesia (Asphurindo) Luqman Nyak Neh mengatakan karena kebijakan Arab tersebut pihaknya terpaksa memulangkan kembali jemaah umrah yang sudah berada di Malaysia dan Singapura sembari menunggu visa diaktifkan kembali oleh Pemerintah Arab Saudi.

[Gambas:Video CNN]
"Yang sudah berangkat akan kami kembalikan ke negara masing masing, bahkan ada yang sudah sampai ke Malaysia dan Singapura, jadi kami kembalikan hingga ke daerah asalnya," ucapnya.

Ia juga berharap ada kepastian dari Arab Saudi soal pencabutan larangan tersebut, agar para jemaah yang berkeinginan untuk melangsungkan ibadah umrah bisa terpenuhi.

Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk menghentikan sementara visa umrah. Penghentian diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Arab.

Penghentian tersebut dilakukan demi mengantisipasi penyebaran wabah virus corona yang sampai dengan Kamis (27/2) sudah membunuh 2.801 orang.

 


(dra/agt)