DAI Sebut Ada Perusahaan Asuransi Bermasalah Mirip Jiwasraya

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 20:55 WIB
DAI Sebut Ada Perusahaan Asuransi Bermasalah Mirip Jiwasraya Dewan Asuransi Indonesia menyebut banyak perusahaan asuransi terlilit masalah seperti Jiwasraya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Asuransi Indonesia (DAI) mengungkapkan terdapat banyak perusahaan asuransi yang mengalami persoalan keuangan seperti PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Beberapa masalah dianggap sistemik, tetapi ada juga yang disebut non sistemik.

Ketua DAI Dadang Sukresna mengatakan perusahaan asuransi yang kerap menjadi sorotan beberapa waktu terakhir selain Jiwasraya adalah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 dan PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life). Di luar itu, ia mengklaim masih banyak perusahaan asuransi yang bermasalah.

"Permasalahan asuransi yang terlihat ke publik hanya kasus Jiwasraya, Bumiputera, dan Bakrie Life. Namun, sesungguhnya banyak perusahaan asuransi mengalami hal yang sama walau dengan skala dan dampak yang masih bisa dikendalikan jadi tidak menjadi kasus," kata Dadang, Kamis (27/2).


Sayang, Dadang tak merinci perusahaan asuransi mana saja yang mengalami masalah tersebut. Ia tak menampik jika kasus di industri asuransi, khususnya Jiwasraya, menjadi sentimen buruk untuk industri. Hal itu mempengaruhi kepercayaan masyarakat untuk membeli polis asuransi.

"Dalam beberapa tahun terakhir ini industri asuransi nasional mengalami tekanan yang sangat berat karena banyaknya kasus-kasus gagal bayar klaim asuransi yang muncul di masyarakat," ucap Dadang.

Sebagai industri yang mengandalkan pada tingkat kepercayaan masyarakat, Dadang menyebut situasi ini menjadi tantangan yang berat untuk perusahaan asuransi. Jika kasus gagal bayar terus bermunculan, maka bukan tidak mungkin kinerja industri nasional akan terancam.

"Masalah-masalah gagal bayar klaim asuransi ini lama kelamaan akan menggerus kepercayaan yang pada akhirnya dapat berakumulasi menjadi krisis kepercayaan kepada industri asuransi nasional," jelas dia.

Oleh karena itu, Dadang berharap perusahaan asuransi dapat membenahi tata kelola, mengurangi praktek windows dressing  yang hanya orientasi bisnis jangka pendek.

[Gambas:Video CNN]
Kemudian, ia juga berharap mereka mengaktifkan fungsi dewan komisaris dengan komisaris independen sebagai pengawas perusahaan, memiliki direktur kepatuhan di jajaran direksi sesuai POJK nomor 73/POJK.05/2016.

Diketahui, Jiwasraya kini sedang mengalami masalah keuangan. Perusahaan terpaksa menunda pembayaran klaim jatuh tempo sebesar Rp802 miliar pada Oktober 2018 lalu.

Catatan Jiwasraya menunjukkan ekuitas perusahaan negatif sebesar Rp10,24 triliun dan defisit sebesar Rp15,83 triliun pada 2018. Kemudian, ekuitas hingga September 2019 tercatat negatif sebesar Rp23,92 triliun.

Kejaksaan Agung (Kejagung) mencium ada indikasi korupsi dan kolusi di tubuh Jiwasraya. Lembaga itu meramalkan negara merugi hingga Rp17 triliun akibat indikasi korupsi tersebut.

(aud/agt)