"Sekarang Tanah Air dapat virus baru, namanya virus, karena masalah Jiwasraya berkembang menjadi masalah lain," ungkap Chairul dalam acara CNBC: Indonesia Economic Outlook 2020 Rabu (26/2).
Diketahui, Jiwasraya kini sedang mengalami masalah keuangan. Perusahaan terpaksa menunda pembayaran klaim jatuh tempo sebesar Rp802 miliar pada Oktober 2018 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa rekening itu diduga berkaitan dengan transaksi saham yang mencurigakan di Jiwasraya. Kejaksaan Agung sejauh ini telah menetapkan enam orang sebagai tersangka.
Beberapa aset dari tersangka pun telah disita untuk mengembalikan kerugian negara dan juga dijadikan alat bukti.
Kendati begitu, Erick tak menampik ada kebutuhan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk membayar utang klaim nasabah dan menyelesaikan masalah keuangan Jiwasraya. Hanya saja, ia tak menjelaskan lebih lanjut mengenai kebutuhan PMN yang mungkin disuntikkan pemerintah untuk Jiwasraya.
"Masih didiskusikan di panja Komisi VI. Nanti kan pasti juga ada panja yang di Komisi VI dan diskusi di komisi XI," pungkas Erick.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)