BI Catat Uang Beredar Tembus Rp6.046,7 T pada Januari 2020

CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 12:29 WIB
BI Catat Uang Beredar Tembus Rp6.046,7 T pada Januari 2020 BI mencatat uang beredar mencapai Rp6.046,7 triliun pada Januari 2020. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menyatakan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas mencapai Rp6.046,7 triliun atau tumbuh 7,1 persen secara tahunan pada Januari 2020.

Sebagai catatan, uang beredar dalam arti luas mencakup mencakup, uang kartal dan giral yang dipegang masyarakat, tabungan, simpanan berjangka dalam rupiah dan valas, serta giro.

Jika dibandingkan, laju pertumbuhan uang beredar bulan lalu lebih cepat dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya sebesar 6,5 persen.


Dalam pernyataan resmi mereka, dikutip Jumat (28/2), BI menjelaskan akselerasi pertumbuhan uang beredar disebabkan oleh kenaikan pertumbuhan komponen uang beredar dalam arti sempit (kartal dan giral), uang kuasi dan surat berharga selain saham.

Berdasarkan data bank sentral, uang beredar dalam arti sempit meningkat 7,9 persen pada Januari 2020 atau lebih tinggi dibandingkan 7,4 persen pada Desember 2019.

Selanjutnya, uang kuasi tercatat tumbuh 6,8 persen dari sebelumnya 6,1 persen. Sementara, untuk surat berharga selain saham, sepanjang Januari kemarin mampu tumbuh 31,8 persen atau lebih tinggi dibandingkan Desember 2019, 26,5 persen.

Berdasarkan hasil pemantauan BI, peningkatan pertumbuhan likuiditas perekonomian disebabkan oleh pertumbuhan aktiva luar negeri bersih. Dalam hal ini, pertumbuhan aktiva luar negeri bersih naik dari 4,4 persen menjadi 9,9 persen.

Di sisi lain, pertumbuhan aktiva dalam negeri bersih melambat, seiring dengan perlambatan penyaluran kredit serta kontraksi operasi keuangan pemerintah.

[Gambas:Video CNN]

Tercatat, kredit pada Januari 2020 cuma tumbuh 5,7 persen atau lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya, 5,9 persen.

Lebih lanjut, operasi keuangan pemerintah terkontraksi sejalan dengan perlambatan tagihan bersih kepada pemerintah pusat yaitu dari 3,8 persen menjadi 1,8 persen.

(sfr/sfr)