Senin (2/3) ini, IHSG sempat menyentuh level terendahnya 5.354. Pada pukul 15.30 WIB, IHSG kembali terangkat ke level 5.395. IHSG tercatat turun 1,06 persen di sepanjang hari atau 7,09 persen sepekan terakhir.
"Anggota bursa wajib memastikan transaksi (yang dilakukan) bukan transaksi short selling. Kami mengimbau agar short selling tidak dilakukan dalam masa-masa saat ini," ujar Direktur Utama BEI Inarno Djajadi di kantor BEI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (2/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun menurut urutan penurunan saham di negara-negara Asia Tenggara, Indonesia masuk peringkat kedua. Yang pertama diduduki oleh Thailand yang anjlok 15,03 persen. Ketiga, Filipina rontok 13,15 persen, Vietnam melorot 8,2 persen, Malaysia merosot 6,68 persen dan Singapura turun 6,68 persen.
Untuk itu kebijakan ini dikeluarkan dengan harapan keadaan pasar modal tidak kian memburuk dengan kegiatan short selling.
Lihat juga:Biaya Pasien Virus Corona Ditanggung Negara |
"Kami tidak bilang kemarin-kemarin ada short selling, tidak. Tapi kami akan lihat lebih detail transaksi yang ada kemungkinan short selling," tuturnya.
Ia menyatakan kebijakan lebih lanjut untuk keadaan saat ini belum dibutuhkan. Namun, Inarno menambahkan pihaknya sudah memiliki sejumlah upaya dan langkah lain yang bila dibutuhkan bakal digunakan, misalnya terkait auto reject asimetris.
"Tentunya kami akan selalu melihat secara hikmat penurunan tersebut. Tidak serta merta jurus semuanya dikeluarkan. Kalau kami sudah keluarin jurus semuanya, nanti kami sudah kehabisan jurus dong," tandas Inarno.
[Gambas:Video CNN]
(fey/bir)