"Dalam hal ini, kami masih terus melakukan, kami masih dalam situasi normal, namun kami tetap meningkatkan kewaspadaan. Di beberapa masih volatile, terutama pekan lalu," ujar Ani, panggilan akrab Sri Mulyani, Senin (2/3).
Ani mengatakan para anggota KSSK pun sudah mulai mengambil kebijakan di ranah masing-masing. Misalnya, Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan kebijakan berupa penurunan tingkat cadangan kas bank di BI atau dikenal dengan istilah Giro Wajib Minimum (GWM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, tekanan virus corona tidak hanya menyerang pasar domestik, namun juga semua pasar keuangan semua negara. "Ternyata ini sinkron dengan apa yang terjadi di beberapa negara lain. Ini tidak berarti bahwa kami merasa kerja sama dengan negara lain tenang, tapi ini adjustment di dunia," imbuh dia.
Sebelumnya, tekanan wabah virus corona telah menyerang pasar keuangan Indonesia. Khususnya melemahkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)