BI Sebut Virus Corona Tekan Ekonomi Sumut 0,15 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 06/03/2020 13:50 WIB
BI Sumut menyebut pertumbuhan ekonomi wilayahnya tertekan 0,15 persen karena wabah virus corona. BI Sumut menyebut pertumbuhan ekonomi wilayahnya tertekan 0,15 persen karena wabah virus corona. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Medan, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menyebut wabah virus corona menekan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara sebesar 0,15 pada kuartal I 2020. Pada periode tersebut, ekonomi Sumatera Utara diproyeksi tumbuh 4,8 persen-5,2 persen.

Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat mengatakan tekanan pertumbuhan ekonomi wilayah setempat dikarenakan kinerja ekspor dan impor, termasuk juga investasi, dan sektor pariwisata.

"Memang, merebaknya covid-19 turut menahan laju ekonomi kuartal I 2020. Secara keseluruhan memberi dampak (tekanan) sekitar 0,15 persen," ujar Wiwiek di Medan, Jumat (6/3).


Angka itu akan semakin meningkat apabila wabah virus corona semakin memburuk dan tidak bisa ditangani sampai tahun nanti. "Harapannya tidak terlalu lama bisa recovery lagi di kuartal II," imbuh dia.

Adapun, salah satu faktor penahan laju ekonomi Sumut, yakni investasi, baik dari pemerintah maupun swasta. Hal itu tercermin dari deselerasi sektor konstruksi dan pertanian yang diakibatkan pergeseran pola tanam dan faktor cuaca.

Pun demikian, ia optimistis laju ekonomi kuartal I 2020 masih tumbuh. "Meskipun, melambat sesuai pola historisnya," jelasnya.

Faktor lain, sambung dia, kinerja ekspor dan impor. China, selaku mitra dagang utama Sumut, yang selama ini berkontribusi masing-masing sebanyak 14 persen dan 29 persen.

Produk utama ekspor Sumut ke China pada 2019, yakni minyak nabati dengan pangsa pasar 40 persen, asam berlemak 14 persen, bahan kimia 9 persen, karet alam olahan 6 persen, dan makanan olahan 5 persen.

Sementara, untuk produk impor, antara lain logam dengan kontribusi 21 persen, alat listrik 13 persen, bahan kimia 6 persen, buah-buahan 5 persen, dan pupuk 4 persen.

Untuk sektor pariwisata, sumbangan China hanya 3,43 persen atau 8.909 wisatawan dari total wisman yang menyambangi Sumut. Namun, dari sisi nilai mencapai US$11,68 juta. China merupakan wisman ketiga terbesar di Sumut setelah Malaysia dan Singapura, dengan tren kunjungan meningkat.

[Gambas:Video CNN]


(fnr/bir)