Airlangga Klaim SBY Dukung Omnibus Law Jokowi

CNN Indonesia | Jumat, 06/03/2020 18:42 WIB
Airlangga Klaim SBY Dukung Omnibus Law Jokowi Menko Airlangga mengklaim SBY mendukung kebijakan omnibus law RUU Cipta Kerja yang digagas oleh Jokowi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendukung kebijakan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dukungan itu diungkapkan SBY saat Airlangga sowan ke kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat pada Kamis (5/3) malam.

"Kami membahas dukungan dan masukan terkait UU Cipta Kerja. Pak SBY para prinsipnya untuk melanjutkan pembahasan, kemudian kalau ada masukan-masukan, nanti diberikan masukan," tutur Airlangga, Jumat (6/3).

Kendati begitu, mantan menteri perindustrian itu enggan memaparkan lebih rinci poin-poin apa saja yang sekiranya menjadi perhatian dari Ketua Umum Partai Demokrat itu. "Tidak membahas teknis," imbuhnya.


Di sisi lain, Airlangga yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar itu mengklaim tidak ada pembicaraan yang terlalu politis dalam pertemuan tadi malam. Khususnya mengenai strategi masing-masing petinggi partai dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Ini masih tahun berapa? Baru tahun 2020, jauh amat (bahas 2024)," imbuhnya.

Sebelumnya, SBY mengaku siap membantu pemerintahan Jokowi. Bahkan, Partai Demokrat ingin ikut memberi solusi bagi kondisi perekonomian yang tengah dihadapi Indonesia.

"Kami selalu siap membantu penuh Presiden Jokowi untuk membangun negeri ini lebih baik. Partai Demokrat ingin menjadi bagian dari solusi," kata SBY seperti tertulis dalam keterangan pers yang dikirim Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Nurul Arifin.

Dalam pertemuan itu, Airlangga ditemani oleh sejumlah anggota partainya, seperti Azis Syamsudin, Ahmad Doli Kurnia, dan Meutia Hafid. Sementara Partai Demokrat diwakili SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Rachland Nashidik.

[Gambas:Video CNN]


(uli/age)