Kadin Lempar Tiga Opsi Pembatasan Usaha Demi Redam Corona

CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2020 17:26 WIB
Pembatasan kegiatan usaha dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona. Langkah ini juga sejalan dengan imbauan work from home. Kadin mengusulkan tiga opsi pembatasan kegiatan usaha untuk mencegah penyebaran virus corona lebih lanjut. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kamar Dagang Indonesia (Kadin) merekomendasikan tiga opsi pembatasan aktivitas usaha di tengah wabah virus corona. Usulan ini telah dibahas dengan berbagai asosiasi usaha beberapa waktu lalu mulai dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) hingga Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengungkapkan rekomendasi ini dibuat sebagai bentuk dukungan dari sektor usaha terhadap arahan work from home (bekerja dari rumah) oleh pemerintah. Opsi ini juga bisa dilakukan tanpa harus melakukan penutupan kota (lockdown).

"Jadi artinya (rekomendasi) ini safety measure (langkah pengamanan), bagaimana para pelaku usaha juga bisa berkontribusi mengurangi interaksi dengan banyak orang. Tapi tetap dikembalikan kepada kebijakan masing-masing perusahaan," kata Sarman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (17/3).


Jika dirinci, opsi pertama berupa penutupan kegiatan usaha sementara waktu untuk meredam interaksi masyarakat. Namun, Sarman menyebut usulan ini perlu pertimbangan matang dari para pengusaha, terutama yang bergerak di bidang pelayanan.

Ia memberikan contoh salah satu bisnis yang perlu mempertimbangkan rekomendasi tersebut adalah pusat-pusat hiburan.

"Karena kalau sampai tutup dua minggu, misalnya, tentu akan memberatkan usahanya karena biaya operasional tetap akan dikeluarkan, tapi di satu sisi pemasukan tidak ada. Ini menjadi dilematis, jadi harus memiliki pertimbangan yang matang," ungkapnya.

Rekomendasi kedua, meliburkan karyawan dalam kurun waktu tertentu atau memberlakukan sistem bergilir. Menurut Sarman, rekomendasi kedua ini lebih mungkin diimplementasi oleh seluruh tipe usaha secara umum.

"Jadi pakai sistem shift (gilir), mungkin seperti hotel, restoran, cafe dan ritel misalnya yang memungkinkan bahwa karyawan bisa diliburkan sebagian atau tetap masuk namun secara bergiliran," tuturnya.

Opsi ketiga adalah pemberlakuan sistem work from home seperti yang dianjurkan oleh Presiden Joko Widodo. Dengan memberlakukan sistem tersebut, karyawan dapat tetap bekerja walaupun dari rumah.

"Memang ada bisnis yang sama sekali tidak mungkin libur, termasuk pelayanan kepada masyarakat, costumer service. Tapi intinya adalah semua dikembalikan kepada kebijakan masing-masing perusahaan," tuturnya.

Sarman mengatakan, para pengusaha dapat bebas mengikuti ketiga rekomendasi tersebut atau tidak sama sekali. Ia menyebut setiap usaha tentunya dapat memutuskan kebijakan sesuai kondisi masing-masing usaha.

"Karena mereka lebih tahu bagaimana kondisi masing-masing usahanya. Yang jelas, kami Kadin dan semua asosiasi dunia usaha mendukung penuh berbagai program pemerintah termasuk mengajak bekerja dari rumah untuk mengurangi kesempatan tertular virus covid-19," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

Terkait wacana penutupan kota (lockdown) DKI Jakarta, Sarman menilai itu hanya sebatas rekomendasi. Bukan suatu kewajiban yang harus dijalankan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar masyarakat melakukan aktivitas di rumah.

"Covid-19 ini bisa kita hambat dan kita setop. Dengan kondisi ini, saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah," kata Jokowi dalam konferensi pers, Minggu (15/3).

(ara/sfr)