Pasar Ambruk, Tiga BUMN Tambang Bakal Buyback Saham

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2020 20:00 WIB
Tiga BUMN tambang, yakni Antam, Timah, dan Bukit Asam akan melakukan pembelian kembali saham yang beredar (buyback) saham. Tiga BUMN tambang yakni Antam, Timah dan Bukit Asam akan melakukan pembelian kembali saham yang beredar (buyback) dalam tiga bulan ke depan. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor tambang akan melakukan membeli kembali saham yang beredar atau buyback saham. Aksi korporasi ini dilakukan sejalan dengan pergerakan pasar saham yang bergerak fluktuatif signifikan.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, ketiga BUMN tambang tersebut adalah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. Emiten berkode ANTM dan TINS mengalokasikan dana sebesar Rp100 miliar untuk aksi buyback tersebut.

Sementara, PTBA akan mengalokasikan Rp300 miliar. Ketiga BUMN tambang tersebut akan buyback selama tiga bulan ke depan dimulai dari 17 Maret 2020 hingga 16 Juni 2020. Berdasarkan penutupan Selasa (17/3), ANTM ditutup ke level 416 per lembar saham. Harga tersebut terkoreksi sebesar 6,73 persen. Sepanjang tahun berjalan saham Antam sudah terkoreksi 50,48 persen.


Sedangkan PTBA ditutup ke level 1.710 per lembar saham. Harga tersebut terkoreksi 6,81 persen. Sepanjang tahun berjalam saham PTBA telah terkoreksi 35,71 persen. Terakhir, saham TINS ditutup ke level 406 atau terkoreksi 6,88 persen. Sepanjang tahun berjalan, harga saham TINS sudah terkoreksi sebesar 50,79 persen.

Sementara itu,  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertengger di posisi 4.456 pada penutupan perdagangan Selasa (17/3) sore. Indeks saham tercatat rontok 233,9 poin atau 4,99 persen.

RTI Infokom mencatat investor membukukan transaksi sebesar Rp7,03 triliun dengan volume 5,06 miliar saham. Pelaku pasar asing tercatat jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp1,01 triliun.

Pada penutupan kali ini, 357 saham bergerak melemah, 68 naik, dan 91 lainnya tidak bergerak. Di sisi lain, mayoritas indeks sektoral memerah dipimpin oleh sektor industri dasar sebesar 5,9 persen.

[Gambas:Video CNN]

(age/bir)