Okupansi Hotel Yogyakarta Turun 20 Persen Karena Corona

CNN Indonesia | Rabu, 18/03/2020 08:14 WIB
PHRI DIY mengungkap lebih dari 14.744 pesanan kamar telah dibatalkan karena virus corona. PHRI DIY mengungkap lebih dari 14.744 pesanan kamar telah dibatalkan dalam periode Februari hingga Maret 2020. (iStock/Graphiqa-Stock).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan tingkat hunian atau okupansi hotel turun hingga 20 persen akibat penyebaran virus corona di Yogyakarta. Kini, rata-rata tingkat okupansi hotel di DIY hanya sebesar 20 persen-40 persen.

"Ada penurunan okupansi 17 persen sampai 20 persen," ujar Ketua PHRI Dedy Pranowo Eryono dikutip dari Antara, Selasa (17/3). Ia mengatakan calon tamu hotel membatalkan lebih dari 14.744 pesanan kamar selama periode Februari sampai Maret 2020.

Tak hanya hotel, pengusaha restoran juga menerima pembatalan pesanan mencapai ribuan orang. Ia memprediksi kondisi itu masih akan berlanjut, sebab virus corona baru mulai menyebar di Indonesia, termasuk DIY.


Oleh sebab itu, ia meminta Pemda DIY membantu mencarikan solusi bagi pelaku sektor hotel dan restoran. Alasannya, pajak hotel dan restoran merupakan penyumbang terbesar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

Selain itu, sektor tersebut memiliki keterkaitan dengan sektor lainnya seperti pariwisata dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Sudah bisa dipastikan bahwa pajak hotel dan pajak restoran akan menurun drastis seiring penurunan tingkat hunian kamar hotel dan tingkat kunjungan konsumen restoran sebagai dampak langsung dari virus corona," ujarnya.

Ia berharap Pemda DIY memberikan insentif berupa keringanan pajak hotel dan restoran menjadi nol persen selama enam bulan ke depan.

"Dan keringanan beban operasional hotel seperti PLN, PDAM, bunga bank, dan lainnya," ucapnya.

Sementara itu, Public Relations Manager Grand Inna Malioboro Retno Kusuma mengatakan banyak tamu menunda kegiatan rapat di hotel akibat penyebaran pandemi tersebut. Tercatat, okupansi Hotel Grand Inna Malioboro turun sebesar 30 persen-35 persen dibandingkan sebelumnya.

"Kami berharap kondisi segera membaik normal," katanya.

Ia menuturkan pihak hotel tetap memberlakukan protokol pencegahan virus corona, meskipun pengunjung berkurang. Mulai dari penyediaan hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh tamu dan karyawan, serta pembersihan area hotel secara berkala.

[Gambas:Video CNN]

(ulf/age)