Selain itu, ia menyebut belum ada platform atau pelayanan logistik dari hulu sampai hilir. Masalah itu menyebabkan biaya logistik di dalam negeri susah ditekan sampai sekarang.
"Masih banyak pengulangan, masih banyak repetisi, masih banyak duplikasi, dan masih kuatnya ego sektoral kementerian dan lembaga yang berjalan sendiri-sendiri," ungkap Jokowi, Rabu (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pasokan Gula Pasir di Ritel Modern Habis |
"ini bolak balik saya sampaikan pangkas birokrasi berbelit. Hapus repetisi atau duplikasi, sederhanakan proses dan lakukan standarisasi layanan serta standar teknis lainnya," tegasnya.
"Indonesia masih di bawah Singapura di peringkat 7, China di peringkat 26, Thailand di peringkat 32, Vietnam di peringkat 39, Malaysia di peringkat 41, dan India di peringkat 44," kata Jokowi.
Ia juga menyebut biaya logistik Indonesia mencapai 24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angkanya lebih tinggi ketimbang Malaysia sebesar 13 persen, Vietnam 20 persen, Thailand 15 persen, dan Singapura 8 persen.
[Gambas:Video CNN]
(aud/age)