Kemudian, dana transfer daerah sekitar Rp17,7 triliun yang dikontribusikan dari dana bagi hasil, termasuk cukai hasil tembakau, dana bagi hasil Sumber Daya Alam (SDA), dan bagi hasil non-migas, serta dana otonomi khusus, termasuk dana insentif daerah.
"Belanja modal yang bukan prioritas, terutama untuk belanja multiyears yang belum ditenderkan, masih memungkinkan Rp5 triliun-Rp10 triliun untuk realokasi penanganan covid-19. Untuk dana transfer daerah ada Rp17,7 triliun bisa realokasi," terang dia, Rabu (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi memerintahkan seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju untuk menahan dulu kegiatan-kegiatan yang tak berdampak langsung terhadap peningkatan daya beli masyarakat. Kegiatan itu, seperti perjalanan dinas atau pertemuan di luar kantor.
Jokowi berharap pengalihan dana itu bisa menaikkan daya beli seluruh elemen masyarakat, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah. Masyarakat yang dimaksud, seperti buruh, petani, nelayan, pekerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
"Pada situasi yang berbeda kita berada pada situasi yang tidak seperti biasanya. Menteri harus berani menahan anggaran-anggaran dari program-program yang ada, sehingga anggaran yang ada diarahkan sebesar-besarnya untuk menolong masyarakat," ungkap Jokowi.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)