Perusahaan Jeff Bezos tersebut mengumumkan kepada penjual dan vendor bahwa mereka hanya akan menerima pengiriman bahan pokok sehari-hari, pasokan medis, dan produk permintaan tinggi lainnya ke gudang Amazon hingga 5 April mendatang. Pengumuman yang disampaikan pada Selasa (17/3) itu dibuat untuk menangani tingginya permintaan di tengah memburuknya penyebaran virus corona.
Pembatasan ini artinya penjual yang menggunakan gudang dan jasa pengiriman Amazon tidak dapat mengirimkan produk non-urgen. Pembatasan yang sama berlaku untuk vendor yang menjual produknya secara grosir ke Amazon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Amazon mengambil langkah drastis dalam mengatasi tantangan logistik di tengah pandemi virus corona," kata CEO Prime Guidance Steven Yates.
Steven menambahkan Amazon sedang berjuang memenuhi permintaan barang-barang pokok sehingga langkah ini memungkinkan Amazon untuk fokus pada sumber daya yang dimiliki untuk memenuhi peningkatan permintaan tersebut.
Sementara banyak dari para penjual memiliki persediaan stok yang memadai hingga 1-2 bulan ke depan, Steven menyebut pihaknya tengah mencari solusi untuk mengatasi perubahan perilaku belanja masyarakat.
Menurut CMO Goat Consulting (agensi yang membantu penjual Amazon) Will Tjernlund penjual lainnya kini memilih untuk menyimpan dan mengirim produk mereka dengan fasilitas sendiri.
Pada Senin (16/3), Amazon mengumumkan pembukaan lowongan untuk 100 ribu orang untuk dipekerjakan di gudang dan jasa pengiriman. Tak hanya itu, Amazon juga menyebut per April mendatang, para pekerja akan menerima kenaikan gaji sebesar US$2 per jam disebabkan oleh membludaknya permintaan berkat virus corona.
[Gambas:Video CNN]
(wel/age)