Cegah Corona, Amazon Setop Penjualan Selain Pasokan Medis

CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2020 07:13 WIB
Cegah Corona, Amazon Setop Penjualan Selain Pasokan Medis Amazon akan menutup pengiriman dan penyimpanan barang di luar kebutuhan pokok dan kebutuhan medis untuk menekan pencegahan virus corona.(Johannes EISELE / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Raksasa e-commerce, Amazon memblokir semua pengiriman produk yang tidak mendesak sebagai upaya menekan penyebaran virus corona.

Perusahaan Jeff Bezos tersebut mengumumkan kepada penjual dan vendor bahwa mereka hanya akan menerima pengiriman bahan pokok sehari-hari, pasokan medis, dan produk permintaan tinggi lainnya ke gudang Amazon hingga 5 April mendatang. Pengumuman yang disampaikan pada Selasa (17/3) itu dibuat untuk menangani tingginya permintaan di tengah memburuknya penyebaran virus corona.

Pembatasan ini artinya penjual yang menggunakan gudang dan jasa pengiriman Amazon tidak dapat mengirimkan produk non-urgen. Pembatasan yang sama berlaku untuk vendor yang menjual produknya secara grosir ke Amazon. 


Produk-produk prioritas yang dimaksud adalah keperluan bayi, kesehatan dan keperluan rumah tangga, kecantikan dan produk perawatan pribadi, bahan makanan, keperluan industri dan ilmiah, makanan binatang peliharaan.

"Kami melihat peningkatan belanja online dan akibatnya beberapa produk seperti kebutuhan pokok dan pasokan medis habis diborong. Karena itu kami untuk sementara memprioritaskan produk urgen sehingga barang-barang tersebut dapat diterima masyarakat secara cepat," melansir Business Insider seperti dikutip dari surat resmi Amazon. 

Langkah tersebut diikuti dengan lonjakan permintaan produk-produk tertentu seperti masker dan kertas toilet seiring bertambahnya masyarakat yang mengandalkan situs e-commerce seperti Amazon untuk berbelanja.

"Amazon mengambil langkah drastis dalam mengatasi tantangan logistik di tengah pandemi virus corona," kata CEO Prime Guidance Steven Yates.

Steven menambahkan Amazon sedang berjuang memenuhi permintaan barang-barang pokok sehingga langkah ini memungkinkan Amazon untuk fokus pada sumber daya yang dimiliki untuk memenuhi peningkatan permintaan tersebut.

Lebih lanjut, Steven mengatakan penjual produk non urgen mengalami penurunan penjualan sebesar 40 persen hingga 60 persen seiring dengan pembeli yang secara signifikan mengurangi belanja produk yang kurang penting.

Sementara banyak dari para penjual memiliki persediaan stok yang memadai hingga 1-2 bulan ke depan, Steven menyebut pihaknya tengah mencari solusi untuk mengatasi perubahan perilaku belanja masyarakat. 

Menurut CMO Goat Consulting (agensi yang membantu penjual Amazon) Will Tjernlund penjual lainnya kini memilih untuk menyimpan dan mengirim produk mereka dengan fasilitas sendiri.

"Ini mungkin menyulitkan beberapa penjual untuk mengirim setiap produk sendiri tapi jika mereka ingin memasarkan produk mereka di Amazon, mereka tak punya pilihan selain menunggu hingga 5 April," kata Will.

Pada Senin (16/3), Amazon mengumumkan pembukaan lowongan untuk 100 ribu orang untuk dipekerjakan di gudang dan jasa pengiriman. Tak hanya itu, Amazon juga menyebut per April mendatang, para pekerja akan menerima kenaikan gaji sebesar US$2 per jam disebabkan oleh membludaknya permintaan berkat virus corona.

[Gambas:Video CNN]


(wel/age)