"Rembes Indonesia melalui jalur pariwisata, jelas. Disrupsi rantai pasokan," ujarnya, Rabu (18/3).
Artinya, ia melanjutkan, masyarakat menurunkan aktivitas kegiatan sehari-hari. Jadi memberikan dampak pada sisi demand (permintaan) konsumsi atau dampak suplai. yaitu disrupsi produksi yang terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apabila kondisi memburuk, pertumbuhan ekonomi global akan semakin lesu. Di Indonesia, OECD menaksir pertumbuhan ekonomi cuma 4,8 persen pada tahun ini atau lebih rendah dari proyeksi pemerintah 5,1 persen.
Perlambatan itu bisa dimaklumi mengingat wabah virus corona sudah mengganggu aktivitas perdagangan internasional Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
Khusus untuk kuartal I, Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berkisar 4,5 hingga 4,9 persen. Sementara, untuk kuartal II, Sri Mulyani tak berharap banyak dari peningkatan konsumsi dan mudik jelang hari raya.
Pasalnya, apabila wabah corona terus berlanjut, masyarakat yang menerima Tunjangan Hari Raya (THR) akan menahan diri untuk berbelanja.
"Makanya, kalau virus corona bisa ditangani baik ya itu artinya penyebaran ditahan, semua masyarakat disiplin mengikuti permintaan enggak interaksi dulu. Kita self-isolation jadi penyebaran ditekan, maka ada kemungkinan harapan yang cukup reasonable untuk kuartal II ini," ujarnya.
Sebagai informasi, hingga Senin (18/3), virus corona telah menginfeksi hampir 200 ribu orang di seluruh dunia di mana hampir 8.000 diantaranya meninggal dunia. Di Indonesia, virus ini setidaknya telah menginfeksi 172 orang.