Darurat Corona, BPH Migas - Pertamina Pastikan BBM Aman

BPH Migas, CNN Indonesia | Jumat, 20/03/2020 12:22 WIB
Darurat Corona, BPH Migas - Pertamina Pastikan BBM Aman Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa. (Foto: BPH Migas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam upaya memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di tengah penyebaran virus corona yang semakin meluas, BPH Migas menginstruksikan PT Pertamina dan PT AKR Corporindo Tbk untuk menjaga ketersediaan dan distribusi BBM, baik subsidi maupun non subsidi.

"Kami telah mengintruksikan kepada Dirut Pertamina dan AKR selaku Badan Usaha penugasan BBM subsidi dan BBM khusus penugasan agar tetap menjaga ketersediaan BBM dan distribusinya walaupun dalam kondisi darurat Covid-19, jangan sampai terjadi pengurangan," kata Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa.

Pria yang kerap dipanggil Ifan itu melanjutkan, "Selain menjaga pasokan, kami juga minta Pertamina dan AKR tetap memperhatikan keselamatan dan menjaga kesehatan untuk menangkal penyebaran Covid-19 di area SPBU, baik untuk petugas SPBU sendiri maupun bagi masyarakat yang sedang mengisi BBM."


PT Pertamina mengungkapkan sejumlah hasil koordinasi dengan BPH Migas. Di antaranya, memberi fasilitas kredit kepada SPBU dengan pembayaran tujuh hari kalender setelah BBM diterima. Kemudian, menerapkan antisipasi penyebaran virus corona di SPBU yang mana adalah tempat publik.

Terlebih, operator SPBU memegang peranan penting dalam pelayanan kepada masyarakat. PT Pertamina pun merasa bertanggung jawab menjaga kelangsungan tersebut.
"Seperti kita tahu, SPBU merupakan tempat publik di mana banyak orang yang lalu lalang, sehingga kami menerapkan prosedur tambahan, bukan saja untuk mengantisipasi penyebaran virus, namun juga menjaga operator SPBU sebagai garda depan kami," kata VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman.

Fajriyah memaparkan sejumlah langkah yang diambil PT Pertamina untuk mencegah penyebaran virus corona di berbagai SPBU, yakni melakukan pemeriksaan suhu terhadap setiap petugas yang akan memulai dan mengakhiri shift tugas, mewajibkan semua petugas mengenakan masker dan menjaga jarak sekitar 1,5 meter dengan konsumen, mserta memakai sarung tangan berbahan karet saat menerima dan mengembalikan uang.

Petugas SPBU juga disarankan tidak menyentuh wajah dan diwajibkan membersihkan tangan usai bertransaksi. Selain itu, PT Pertamina menyediakan hand sanitizer atau alkohol 60 persen di setiap pulau pompa atau area dengan interaksi tinggi, serta membersihkan area kantor dan fasilitas yang sering dikunjungi konsumen seperti toilet atau musholla secara rutin dengan desinfektan.

Sementara di SPBU yang menyediakan layanan self service, Pertamina menempatkan petugas untuk membersihkan nozzle menggunakan desinfektan. Konsumen pun diimbau memakai metode pembayaran cashless untuk mengurangi interaksi langsung.

"Apabila ada pelayanan yang kurang sesuai, konsumen dapat menghubungi call center 135," kata Fajriyah. (rea)