"Kami telah mengintruksikan kepada Dirut Pertamina dan AKR selaku Badan Usaha penugasan BBM subsidi dan BBM khusus penugasan agar tetap menjaga ketersediaan BBM dan distribusinya walaupun dalam kondisi darurat Covid-19, jangan sampai terjadi pengurangan," kata Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa.
Pria yang kerap dipanggil Ifan itu melanjutkan, "Selain menjaga pasokan, kami juga minta Pertamina dan AKR tetap memperhatikan keselamatan dan menjaga kesehatan untuk menangkal penyebaran Covid-19 di area SPBU, baik untuk petugas SPBU sendiri maupun bagi masyarakat yang sedang mengisi BBM."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih, operator SPBU memegang peranan penting dalam pelayanan kepada masyarakat. PT Pertamina pun merasa bertanggung jawab menjaga kelangsungan tersebut.
Petugas SPBU juga disarankan tidak menyentuh wajah dan diwajibkan membersihkan tangan usai bertransaksi. Selain itu, PT Pertamina menyediakan hand sanitizer atau alkohol 60 persen di setiap pulau pompa atau area dengan interaksi tinggi, serta membersihkan area kantor dan fasilitas yang sering dikunjungi konsumen seperti toilet atau musholla secara rutin dengan desinfektan.
Sementara di SPBU yang menyediakan layanan self service, Pertamina menempatkan petugas untuk membersihkan nozzle menggunakan desinfektan. Konsumen pun diimbau memakai metode pembayaran cashless untuk mengurangi interaksi langsung.
"Apabila ada pelayanan yang kurang sesuai, konsumen dapat menghubungi call center 135," kata Fajriyah. (rea)