Sri Mulyani mengungkapkan perubahan penggunaan APBN ini terjadi hampir di seluruh kementerian/lembaga (k/l). Konsultasi dilakukan agar nantinya tidak dijadikan 'temuan audit' oleh BPK.
"Kami konsultasikan situasi yang akan mengubah banyak sekali langkah-langkah yang dilakukan dan dan harus diubah prioritasnya, sehingga nanti tidak jadi temuan audit," ucap Sri Mulyani, Jumat (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Sri Mulyani mengarahkan agar kepala daerah melakukan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini dilakukan untuk menambah daya dukung aliran dana dalam menghadapi tekanan pandemi corona saat ini.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengubah fokus penggunaan APBN dan APBD. Beberapa anggaran yang bisa direalokasi, seperti anggaran perjalanan dinas, belanja rapat, dan pembelian barang yang tidak prioritas.
"Saya perintahkan semua menteri, pemerintah daerah untuk memangkas rencana belanja APBN dan APBD yang tidak prioritas. Banyak sekali yang tidak prioritas itu bisa dipangkas dulu," kata Jokowi.
[Gambas:Video CNN]
(aud/sfr)