Mengutip Antara, Senin (23/3), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei turun US$1,49 atau 5,2 persen ke posisi US$26,98 per barel. Minyak mentah Brent turun sebesar 20 persen dalam sepekan.
Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei jatuh US$2,69 atau 10,7 persen menjadi US$25,53 per barel. Minyak WTI jatuh sebesar 29 persen, yang merupakan paling curam sejak awal Perang Teluk AS-Irak 1991.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merespons kegagalan itu, AS mengatakan akan mengirim seorang utusan menuju Arab Saudi guna menangani dampak dari perang harga minyak Saudi-Rusia. AS mengatakan mereka akan mengirim pejabat Departemen Energi AS ke Arab Saudi selama beberapa bulan untuk menstabilkan pasar energi.
Selain itu, regulator negara bagian Texas akan berbicara dengan Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo tentang peluang pengurangan produksi global.
"Permintaan global dengan mudah dapat turun 10 juta barel per hari atau lebih," kata kepala penelitian di Vitol, Giovanni Serio.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/sfr)