517 Ribu Pekerja di Jakarta Kerja dari Rumah Hari Ini

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 13:22 WIB
Sebanyak 1.512 perusahaan di DKI Jakarta menerapkan sistem kerja dari rumah (work from home) untuk mencegah penyebaran virus corona. Bekerja di rumah menjadi imbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta mencatat setidaknya ada 517.743 tenaga kerja di ibu kota yang sudah melakukan sistem kerja dari rumah (work from home) pada hari ini, Senin (23/3). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari upaya pencegahan penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19.

Berdasarkan data resmi Disnakertrans DKI Jakarta, jumlah tersebut berasal dari pekerja di 1.512 perusahaan. Kondisi ini sejalan dengan penetapan masa darurat virus corona di DKI Jakarta selama 14 hari sejak akhir pekan lalu.

"Bentuk WFH bisa dengan WFH penuh atau WFH sebagian (pembatasan jumlah pekerja atau waktu bekerja)," ungkap Disnakertrans DKI Jakarta dalam akun Instagram @disnakertrans_dki_jakarta dikutip Senin (23/3).


Dari data yang diunggah Disnakertrans DKI Jakarta, perusahaan yang menerapkan sistem kerja dari rumah meliputi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta. Kemudian, berasal dari berbagai sektor, mulai dari telekomunikasi, manufaktur, konstruksi hingga pertambangan.

Beberapa perusahaan yang sudah menerapkan kerja dari rumah, yaitu PT Telkomsel, PT Indosat Ooredoo, PT Coca Cola Indonesia, Lazada Indonesia, PT Semen Indonesia, PT ANTAM Tbk, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, hingga PT Xiaomi Communications Indonesia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengumumkan status tanggap darurat virus corona selama 14 hari sejak Jumat (20/3) lalu. Masa darurat ini bisa diperpanjang bila diperlukan.

Dengan kebijakan ini, Anies berharap masyarakat bisa mengurangi kegiatan di luar rumah, sehingga penyebaran bisa dicegah. "Social distancing mutlak dilakukan oleh semua. bila sebagian tak melaksanakan potensi akan meningkat," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia sudah mencapai 514 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 48 orang meninggal dunia dan 29 orang sembuh.

[Gambas:Video CNN]

Sementara berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona mencapai 1.447, di mana 1.050 diantaranya sudah selesai masa pemantauannya. Namun, 397 orang masih dalam proses pemantauan.

Kemudian, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 646 dengan 394 orang diantaranya masih dirawat dan 252 orang sudah pulang dan dinyatakan sehat.



(uli/sfr)