Cegah Corona, Italia Tutup Semua Pabrik Produksi

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 10:17 WIB
Italia menutup seluruh pabrik produksi yang tidak berhubungan dengan kebutuhan pokok untuk menekan penyebaran virus corona. Italia setelah 'diserang' virus corona. Ilustrasi. (Miguel MEDINA / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Italia menutup seluruh pabrik produksi yang tidak mendesak karena penyebaran virus corona. Italia mengambil langkah ini setelah mencetak rekor kematian terbaru akibat virus corona yang mencapai 5.425 orang per Senin (23/3).

"Keputusan yang diambil pemerintah ialah menutup seluruh kegiatan produktif di seluruh wilayah yang tidak dibutukan, penting dan sangat diperlukan," kata Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte dalam pidatonya, dikutip dari AFP.

Pemimpin Italia tersebut menekankan bahwa toko kelontong dan apotek masih akan beroperasi normal. Namun, dia tak merinci perusahaan apa saja yang masuk ke kategori 'sangat diperlukan'.


"Kami akan memperlambat produktivitas negara namun tidak akan menghentikan," katanya.

Italia yang berpenduduk 60 juta tersebut telah menggeser posisi China sebagai pusat global Covid-19 dengan catatan kematian melebihi China dan Iran digabungkan. Kepala Institut Kesehatan Nasional (ISS) Silvio Brusaferro mendesak para lansia untuk tinggal di rumah, mengingat rata-rata usia korban di negara tersebut ialah 78,5.

"Jika Anda tidak mengikuti arahan pemerintah, Anda hanya mempersulit segalanya. Jika Anda bersedia, kita semua bisa memperlambat wabah ini," sebut pakar medis kenamaan Italia itu.

Situasi Genting

Pemerintahan Italia mulai 'memaksa' orang-orang tinggal di rumah. Pasukan polisi di Roma memeriksa dan memberi denda kepada siapa pun yang keluar rumah tanpa alasan valid.

Mereka yang berbelanja dipaksa untuk menunggu dalam antrean di depan toko untuk memastikan toko tak penuh sesak. Sementara mereka yang berolahraga di luar diminta untuk membatasi pergerakannya di luar rumah.

Untuk mereka yang keluar untuk berjalan kaki juga dapat didenda jika melanggar aturan seperti berhenti di taman dan mengambil foto pemandangan kota. Pemerintahan Giuseppe bertaruh dengan metode penanganan ini dan mempertaruhkan perekonomian jangka pendek negara dengan metode diyakini ampuh tersebut.

Namun hasilnya belum kunjung terlihat. Jumlah korban infeksi virus corona terus membludak dan terus mengalahkan rekor dari hari sebelumnya. 

[Gambas:Video CNN]


(wel/age)