Corona, BI Perpanjang Kebijakan Gratis Transaksi Nontunai

CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2020 21:05 WIB
Corona, BI Perpanjang Kebijakan Gratis Transaksi Nontunai BI memperpanjang gratis biaya transaksi nontunai karena virus corona. (CNN Indonesia/ Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) memperpanjang kebijakan gratis biaya transaksi nontunai yang dibebankan ke toko (Merchant Discount Rate/MDR) melalui QRIS dari semula sampai Mei 2020 menjadi September 2020. Kebijakan ini diterbitkan di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antar pelaku di sektor pembayaran dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Harapannya, kebijakan ini dikeluarkan untuk memberi angin segar bagi masyarakat.

"Industri perbankan maupun ASPI sudah sepakat untuk memperpanjang masa berlakunya MDR yang nol persen atau gratis dari yang semula dari Mei menjadi September 2020," kata Perry, Selas (24/3).


Dengan kebijakan ini, bos bank sentral nasional itu turut menghimbau agar masyarakat lebih mengutamakan transaksi pembayaran nontunai. Apalagi, BI dan para pelaku industri sistem pembayaran terus meningkatkan kualitas layanan pada transaksi ini.

"Kami juga mendorong masyarakat untuk lebih menggunakan nontunai," ujarnya.

Tak ketinggalan, BI juga menurunkan biaya Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dari perbankan ke BI dari semula Rp600 menjadi Rp1 per transaksi. Kemudian, turut menurunkan biaya SKNBI dari nasabah ke bank dari semula maksimum Rp3.500 menjadi Rp2.900 per transaksi.

"Kebijakan ini efektif sejak 1 April 2020 sampai dengan 31 Desember 2020," terangnya.

Di sisi lain, ia kembali menegaskan bahwa BI terus memberlakukan sterilisasi pada uang yang beredar di masyarakat. Caranya, dengan menyemprotkan cairan disinfektan untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus corona di uang yang beredar di masyarakat.

[Gambas:Video CNN]
"Peredaran uang kertas yang tersedia di ATM itu cukup, kami juga sudah melakukan persediaan lebih dulu," tuturnya.

Pandemi virus corona yang berasal dari Kota Wuhan, Hubei, China terus menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Data penyebaran virus corona dari Johns Hopkins CSSE pada Selasa (24/3) pukul 18.30 WIB, jumlah kasus positif di dunia mencapai 387.382 dengan jumlah pasien sembuh 101.987 orang dan meninggal 16.767 orang.

Sementara berdasarkan data Kementerian Kesehatan per Selasa (24/3) pukul 18.30 WIB, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia sudah mencapai 686 kasus, di mana 55 orang meninggal dunia dan 30 orang sembuh.

(uli/agt)