Stimulus AS Angkat Rupiah ke Rp16.500 per Dolar

CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2020 16:27 WIB
Rupiah menguat ke level Rp16.500 per dolar AS pada Selasa (24/3) sore terangkat stimulus The Fed demi mengurangi dampak virus corona. Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp16.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (24/3) sore. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp16.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (24/3) sore. Posisi tersebut menguat 0,45 persen dibandingkan perdagangan Senin (23/3) sore kemarin.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp16.486 per dolar AS atau menguat dibandingkan posisi Senin (23/3) kemarin, yakni Rp16.608 per dolar AS. 

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia juga terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat won Korea menguat 1,34 persen, peso Filipina 0,75 persen, dan dolar Singapura 0,68 persen.


Selanjutnya, lira Turki menguat 0,51 persen, yen Jepang 0,49 persen, ringgit Malaysia 0,36 persen, serta yuan China 0,17 persen diikuti dolar Taiwan sebesar 0,16 persen, rupee India 0,09 persen serta dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,01 persen. Di sisi lain, pelemahan hanya terjadi pada baht Thailand sebesar 0,13 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak menguat terhadap dolar AS. Dolar Australia dan dolar Kanada masing-masing menguat sebesar 2,02 persen dan 0,57 persen, diikuti poundsterling Inggris yang juga menguat 0,98 persen dan euro yang menguat sebesar 0,80 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai penguatan nilai rupiah disebabkan oleh langkah positif bank Sentral AS The Fed. Sebelumnya, The Fed mengumumkan pelonggaran kuantitatif tak terbatas dan program-program untuk mendukung pasar kredit pada hari Senin  (23/3) kemarin.

Hal tersebut merupakan upaya The Fed untuk menghambat pelemahan ekonomi dari pembatasan darurat pada perdagangan terkait virus corona. Namun, Ibrahim menyebut kebijakan itu tidak memadamkan kekhawatiran pasar secara penuh.

"Langkah Fed kemungkinan akan mengurangi pukulan bagi banyak perusahaan dalam jangka panjang, tetapi investor tetap gelisah di tengah ketidakpastian tentang tingkat pandemi tersebut," ucap Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (24/3).

Menurut Ibrahim, kini pasar tengah menunggu anggota parlemen AS untuk memberikan paket stimulus fiskal, yang sejauh ini belum disetujui.

Lebih lanjut, Ibrahim menyebut rupiah  berpotensi bergerak melemah di kisaran Rp16.450 hingga Rp16.750 per dolar AS pada perdagangan Rabu (25/3) esok hari.

[Gambas:Video CNN]

(ara/age)