Corona, Maskapai Belum Kurangi Jadwal Penerbangan

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 18:42 WIB
Corona, Maskapai Belum Kurangi Jadwal Penerbangan Sebagian maskapai tak mengurangi jadwal penerbangan ke luar DKI Jakarta, meskipun jumlah penumpang berkurang. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan maskapai tak mengurangi jadwal penerbangan ke luar DKI Jakarta, meskipun jumlah penumpang berkurang di tengah wabah virus corona.

Di sisi lain, Asosiasi Maskapai Penerbangan Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mengatakan jumlah penumpang anjlok sejak awal Maret 2020.

CNNIndonesia.com menelusuri jadwal penerbangan melalui situs penjualan tiket online Traveloka dan Tiket.com. Berdasarkan penelusuran dari Traveloka, maskapai penerbangan masih mencantumkan jadwal penerbangan ke Indonesia bagian barat hingga timur.


Sebagai contoh, di situs penjualan online travel agent (OTA) untuk penerbangan 1 April 2020 masih tersedia berbagai tujuan penerbangan dari mulai Medan hingga Lombok. Pada 1 April 2020, Lion Air menawarkan 21 jadwal penerbangan, Garuda Indonesia 11 jadwal, dan Citilink 12 jadwal.

Sementara ke Batam dengan tanggal yang sama, Lion Air masih menawarkan 18 jadwal, Garuda Indonesia 3 jadwal, dan Citilink 13 jadwal. Sedangkan ke Indonesia Timur seperti Lombok, Nusa Tenggara Barat, Lion Air menawarkan 15 jadwal penerbangan, Garuda Indonesia 9 jadwal, dan Citilink 4 jadwal.  

Tak hanya lewat situs penjualan tiket online, maskapai juga menawarkan penjualan laman website mereka. Sebut saja, Air Asia masih mencantumkan jadwal penerbangan ke berbagai kota di luar DKI Jakarta.

Misalnya, Senin, 7 April 2020 maskapai masih menawarkan 3 jadwal penerbangan ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Air Asia juga masih menetapkan jadwal penerbangan ke Makassar, Sulawesi Selatan sebanyak 26 jadwal pada periode yang sama.

Sebagai informasi, industri penerbangan menjadi salah satu sektor yang terdampak parah akibat pandemi virus corona. Pemerintah telah meminta masyarakat menangguhkan perjalanan baik di dalam maupun ke luar negeri.

Bahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia turun 7,62 persen pada Januari 2020 akibat penyebaran virus corona.

Ketika dikonfirmasi, Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menyatakan pihaknya baru mengurangi frekuensi penerbangan Lion Air, Batik Air, dan Wings Air untuk rute Papua. Penghentian sementara itu berlaku mulai Kamis, 26 Maret 2020 hingga Kamis, 9 April 2020.

Ketika ditanya rencana pengurangan frekuensi rute lainnya, ia mengatakan Lion Air Group terus memantau perkembangan harian (daily basis). Ia menyatakan sampai saat ini operasional masih berjalan normal.

"Terkait kebijakan strategis internal menghadapi situasi saat ini yang terjadi masih dibahas oleh manajemen internal," ucapnya.

Sementara itu, pasien positif virus corona di Indonesia mencapai 893 orang pada Kamis (26/3). Dari jumlah tersebut 78 orang meninggal dunia dan 35 orang lainnya berhasil sembuh.

[Gambas:Video CNN]


(ulf/age)