Mengutip CNN, Jumat (27/3), pemimpin perusahaan global yang bisnisnya terdampak covid-19, seperti penerbangan dan perhotelan, memutuskan untuk tak mengambil gaji mereka. Sebagian lainnya, merelakan pemotongan gaji.
Sebut saja, pemimpin maskapai penerbangan Delta Airlines, United Airlines, Alaska Airlines, hingga jaringan hotel megah Marriott.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, industri penerbangan dan perhotelan sudah lebih dulu merumahkan karyawan mereka, menawarkan cuti tanpa gaji (unpaid leave), hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).
CEO Booking Holdings Glen Fogel juga mengatakan akan melupakan gajinya. Bos agen perjalanan wisata daring tersebut mengajak serta tiga rekannya dari divisi berbeda. Bahkan, direktur pemesanan perusahaan menawarkan uang tunai kepada perusahaan.
CEO dan Presiden Dick's Sporting Goods, yakni Ed Stack dan Lauren Hobart, juga akan merelakan gaji mereka. Sementara, kepala eksekutif lainnya ikhlas hanya membawa pulang 50 persen gaji mereka.
Bos perusahaan lain juga mengambil langkah serupa, seperti Ford, GE, Lyft. Meskipun, Goldstein mengingatkan banyak juga manajemen yang menempuh langkah berbeda, misalnya mengurangi jam operasional, mengurangi jumlah pekerja dan sebagainya.
[Gambas:Video CNN]
(bir/agt)