"Dampak dari penyebaran virus corona ini sangat terasa bagi kami para pedagang. Apalagi, kondisi ekonomi untuk sektor riil sudah mulai turun sejak tahun lalu dan sekarang ditambah wabah virus corona. Ibaratnya, kami sudah tidak bisa bernafas," kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Pager Raharjo Ujun Junaedi di Yogyakarta, Jumat, (27/3) dikutip dari Antara.
Menurut dia, aktivitas jual beli untuk komoditas oleh-oleh seperti batik dan barang-barang fesyen di Pasar Beringharjo Yogyakarta mulai berkurang secara signifikan sejak dua pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, lanjut Ujun, daripada tetap membuka kios dan menambah biaya operasional, maka sejumlah pedagang memilih menutup kios untuk sementara waktu sampai wabah virus corona bisa diatasi secara tuntas.
Lihat juga:Tutup Pekan, IHSG Meroket ke Level 4.545 |
Ujun pun mengungkap sudah ada imbauan dari Pemerintah Kota Yogyakarta termasuk dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X untuk berada di rumah agar penyebaran virus corona tidak semakin meluas.
Selain itu, lanjut Ujun, pedagang juga berharap pemerintah bisa merealisasikan beberapa program seperti relaksasi kredit untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Mudah-mudahan, program dari pemerintah bisa segera ditindaklanjuti oleh lembaga keuangan karena pedagang juga memiliki beban berupa pinjaman. Kalau tidak ada pendapatan yang masuk, bagaimana kami membayar kredit," katanya.
"Penjualan bahan kebutuhan pokok masih stabil, bahkan untuk empon-empon mengalami kenaikan permintaan," ungkap Ujun.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengatakan, akan mengikuti arahan kebijakan dari pemerintah pusat untuk mengantisipasi dampak virus corona terhadap sektor perindustrian dan perdagangan.
"Sudah ada program yang disampaikan, tetapi untuk implementasinya belum tahu akan seperti apa," katanya.
[Gambas:Video CNN]
(age/bir)