Konstruksi RS Darurat Corona di Pulau Galang Capai 92 Persen

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2020 08:00 WIB
RS Darurat Corona di Pulau Galang, Batam, memiliki kapasitas tampung 1.000 tempat tidur antara lain dibagi untuk ICU, pasien ODP, dan PDP. RS Darurat Corona di Pulau Galang, Batam, memiliki kapasitas tampung 1.000 tempat tidur antara lain dibagi untuk ICU, pasien ODP, dan PDP. (ANTARA FOTO/M N Kanwa).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan konstruksi rumah sakit (RS) darurat untuk pengendalian infeksi penyakit covid-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, sudah mencapai 92 persen.

Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR mengatakan pembangunan fasilitas sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Rencana kapasitas tampung RS itu sebanyak 1.000 tempat tidur," tulis PUPR, mengutip Antara, Selasa (31/3).

Pada tahap I akan dibangun dua gedung bertingkat dua untuk menampung 340 tempat tidur, terdiri dari 240 tempat tidur untuk orang dalam pemantauan (ODP), serta 100 tempat tidur untuk pasien dalam pengawasan (PDP).


Adapun 340 tempat tidur tersebut merupakan fasilitas observasi non-ICU, sedangkan 20 tempat tidur lainnya merupakan fasilitas ICU. Sisanya, 640 tempat tidur akan dilaksanakan pembangunannya pada tahap II.

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas, yaitu eks penampungan pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim dan 56 km dari Kota Batam dengan memanfaatkan lahan seluas 20 hektare dari total luas area 80 ha.

Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi tiga zonasi, yakni Zona A (renovasi eks Sinam) meliputi gedung penunjang, seperti mes petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.

Sementara, Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung, seperti ruang isolasi, ruang observasi, laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, central gas medik, instalasi jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas.

Selain itu, di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan existing untuk bangunan penunjang, fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi.

Keseluruhan pekerjaan berlangsung di bawah supervisi Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau Ditjen Cipta Karya.

Bertindak selaku kontraktor pelaksana adalah PT Waskita Karya dan PT Wijaya Karya, sedangkan konsultan manajemen konstruksi PT Virama Karya.

[Gambas:Video CNN]

(bir)