"Berdasarkan data Early Warning Systems (EWS) diperkirakan produksi cabai dibanding kebutuhannya secara nasional, masih surplus," ujarnya melalui keterangan tertulis akhir pekan lalu.
Lebih lanjut Prihasto merinci produksi aneka cabai pada Maret 2020 sebanyak 203.057 ton. Sementara, kebutuhannya hanya sebesar 174.219 ton. Artinya, ada surplus 28.838 ton cabai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per Selasa (31/3), harga aneka cabai kompak naik, kecuali jenis cabai merah keriting. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya hingga Rp3.550 per kilogram (Kg) untuk cabai rawit hijau.
Kemudian, jenis cabai rawit merah dibanderol Rp55.150 atau naik 10,97 persen (Rp5.450 per Kg). Di Palembang, Sumatera Selatan, harga cabai rawit merah tembus Rp62 ribu per Kg.
Lalu, cabai merah besar dipatok Rp37.600 per Kg atau naik 4,01 persen (Rp1.450 per Kg). Harga rata-rata nasional itu terpaut jauh dibanding harga cabai merah besar di Lampung sebesar Rp72.500.
[Gambas:Video CNN]
(bir/age)