Harga Minyak Dunia Tak Menentu Tertekan Pandemi Corona

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 07:56 WIB
Harga Minyak Dunia Tak Menentu Tertekan Pandemi Corona Harga minyak dunia bervariasi tertekan kekhawatiran penyebaran virus corona. Harga minyak mentah WTI naik tipis ke posisi US$20,48 per barel, sedangkan harga minyak Brent turun tipis jadi US$22,74 per barel. Ilustrasi kilang minyak. (CNN Indonesia/Agus Triyono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak mentah dunia bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa (31/3). Hal itu dikarenakan para pelaku pasar masih mempertimbangkan dampak ekonomi dari virus corona (covid-19).

Mengutip Antara, Rabu (1/4), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei turun tipis 2 sen ke posisi US$22,74 per barel.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik tipis 39 sen menjadi US$20,48 per barel.


Pada perdagangan kemarin, harga minyak WTI menyentuh level terendah sejak Februari 2002. Tidak hanya itu, Dow Jones Market Data mengungkapkan WTI terjun 54,2 persen sepanjang Maret yang merupakan penurunan satu bulan terbesar sejak Oktober 2008.

Variasi harga minyak tertambat penurunan permintaan akibat penyebaran virus corona.Badan Energi Internasional AS memperkirakan permintaan minyak turun 20 juta barel per hari (bph) atau 20 persen tahun ini.

Pasalnya, tiga miliar orang di seluruh dunia terpaksa tinggal di dalam rumah masing-masing akibat kebijakan karantina. Kebijakan itu ditempuh sebagai upaya menekan risiko penyebaran virus corona.

Kekhawatiran pelaku pasar bertambah karena terjadinya perpecahan antara produsen minyak utama, yakni Arab Saudi dan Rusia.

Akibatnya, pasar minyak terperangkap antara jatuhnya permintaan secara dramatis akibat pandemi virus corona dan upaya Arab Saudi dan Rusia untuk meningkatkan produksi.

Imbasnya, dua negara produsen minyak terbesar itu justru mengerek pasokan sehingga menimbulkan kejatuhan harga.

Kondisi ini memaksa Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara melalui telepon pada akhir bulan lalu. Keduanya menyepakati stabilitas di pasar energi global.

[Gambas:Video CNN]

(ulf/bir)