Ramadhan, Kementan Lancarkan Distribusi Pangan Bersama Gojek

Kementan, CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 18:04 WIB
Di bulan Ramadhan mendatang, masyarakat yang membeli pangan di Toko Mitra Tani milik Kementan lewat Gojek tidak akan dikenai biaya antar. Kementan bekerja sama dengan Gojek. (Foto: Dok. Kementerian Pertanian-Ketahanan Pangan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Gojek yang menawarkan jasa belanja pangan dalam penyediaan akses pangan yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Masyarakat tak perlu keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kolaborasi itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta ketersediaan 11 pangan di tengah pandemi Covid-19 sampai Idul Fitri mendatang agar tetap terpenuhi. Menteri Syahrul Yasin Limpo menyatakan apresiasi terhadap kerja sama ini.

"Untuk menyikapi tantangan saat ini, kita tidak bisa menggunakan cara-cara yang lama, kita harus tangani dengan cara-cara sekarang," katanya, usai menyaksikan penandatanganan kerjasama Kementan dan PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa yang menaungi Gojek di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Kamis (3/4).
Dua hal penting dalam ketersediaan pangan, kata Syahrul, adalah supply dan demand. Ia meminta semua pihak yang terlibat dalam sektor pertanian ikut berperan dalam penyediaan dan stabilisasi harga, demi memenuhi kebutuhan pangan bagi 267 juta warga Indonesia.


"Dua hal yang penting, pertama siapkan dan pastikan ketersediaan 11 komoditas pangan di daerah masing-masing. Kedua, mari kita ikut membantu stabilisasi harga pangan, saya minta para Kepala Dinas siapkan ini dengan baik," ujar Syahrul lewat konferensi video bersama Kepala Dinas Lingkup Pertanian, serta produsen dan supplier pangan.

Syahrul yang mengakui perekonomian negara saat ini terganggu akibat pandemi Covid-19, menegaskan pertanian harus tetap bertahan dalam segala kondisi.

Gratiskan Biaya Distribusi Pangan

Dalam kesepakatan yang ditandatangani oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriari dan Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik PT Aplikasi Karya Anak Bangsa Dyan Shinto Ekopuri itu dicantumkan bahwa kedua pihak akan berkomitmen menjaga ketersediaan, stabilisasi pasokan, dan harga pangan 11 komoditas tersebut melalui pemanfaatan aplikasi Gojek.

Selain mengantisipasi distribusi pangan dan mendukung kebijakan social distancing, kerja sama ini juga sebagai upaya pemerintah untuk memberikan penghasilan tambahan dari para ojek daring. Agung mengatakan, masyarakat yang membeli pangan di Toko Mitra Tani milik Kementerian Pertanian menggunakan Gojek tidak perlu membayar biaya antar, atau gratis ongkos kirim.
Ramadhan, Kementan Lancarkan Distribusi Pangan Bersama GojekKementan berkolaborasi dengan Gojek dalam penyediaan dan pengantaran pangan selama bulan Ramadhan. (dok. Kementerian Pertanian-Ketahanan Pangan)
"Maksudnya di sini, biaya Gojek tersebut dibebankan ke Kementerian Pertanian. Kami yang akan membayar, sistemnya tentu pihak Gojek sudah ada, dan ini tidak memengaruhi harga pangan yang dibeli, jadi tentu driver Gojek-nya juga mendapat bayaran, dan masyarakat diringankan dengan tidak dibebankan biaya antar," katanya.

Kerja sama disebut akan berlaku di Toko Mitra Tani seluruh Indonesia, yang mencapai jumlah 3.500 toko. Agung berharap masyarakat mendapat manfaat dari layanan tersebut.

"Konsep kami memang melayani kebutuhan pangan masyarakat harian dengan jumlah yang tidak besar, paling tidak untuk kebutuhan tiga hari ke depan, ini menjadi bagian dari upaya kami juga dalam meminimalisir rush buying," ujar Agung.

Shinto selaku perwakilan Gojek menyambut kesempatan untuk ikut berperan dalam ketahanan pangan negara. Ia menegaskan pihaknya siap memastikan pendistribusian pangan masyarakat tidak hanya untuk Jabodetabek, melainkan sampai seluruh Indonesia.

"Kami sangat senang karena kami menjadi on demand platform pertama yang diberi kesempatan untuk medukung keamanan logistik di seluruh Indonesia. Seperti yang kita ketahui, kelancaran distribusi pangan saat ini juga menjadi prioritas utama pemerintah. Prinsip kami, masyarakat harus happy agar healthy," ungkap Shinto. (rea)