Jepang Gelontorkan Stimulus Rp16.349 T untuk Lawan Corona

CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 16:52 WIB
Jepang Gelontorkan Stimulus Rp16.349 T untuk Lawan Corona PM Jepang Shinzo Abe gelontorkan stimulus US$1 triliun untuk lawan virus corona. (AF Photo/Kazuhiro Nogi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Jepang menggelontorkan stimulus bernilai US$1 triliun atau Rp16.349 (kurs RP16.349 per dolar AS) untuk melindungi ekonomi mereka dari tekanan virus corona. Jumlah stimulus tersebut setara dengan 20 persen pendapatan tahunan negara dengan tingkat ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut.

Stimulus tersebut salah satunya digelontorkan untuk pemberian bantuan tunai bagi keluarga dan pemilik usaha kecil yang kehilangan pendapatan karena virus corona. Stimulus juga digelontorkan untuk memberikan keringanan pajak dan pinjaman tanpa bunga.

Selain stimulus, untuk mengatasi dampak virus corona, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga menyatakan bahwa ia akan mengumumkan keadaan darurat pada Selasa (7/4) yang berlangsung selama sekitar satu bulan.


Jepang adalah negara terbaru yang menggelontorkan stimulus besar untuk membantu rumah tangga dan bisnis yang tertekan oleh virus corona. Sebelumnya, Amerika Serikat telah meloloskan RUU stimulus US$ 2 triliun untuk mengatasi tekanan ekonomi akibat virus corona.

Paket bantuan darurat tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah. Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Spanyol, dan negara-negara besar lainnya juga telah mengumumkan rencana penggelontoran stimulus besar.

Banjir stimulus datang karena jumlah kasus infeksi virus corona terus meningkat belakangan ini. Data Universitas Johns Hopkins, lebih dari 1,27 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi sampai saat ini.

Infeksi tersebut mengakibatkan 69 ribu orang telah meninggal. Untuk di Jepang, sampai saat ini virus sudah menginfeksi 3.600 orang dengan 85 kematian.

Tom Learmouth, ekonom Jepang di Capital Economics mengatakan selain berdampak pada kesehatan manusia, virus juga menimbulkan pukulan hebat pada sektor ekonomi.

"Tidak ada keraguan bahwa gangguan virus corona akan menimbulkan pukulan ekonomi yang parah dalam beberapa bulan mendatang," katanya seperti dikutip dari CNNBussines, Selasa (7/4).

Ia mengatakan infeksi virus yang telah meningkat di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka telah meningkatkan kekhawatiran atas tekanan ekonomi yang terjadi. Pasalnya, infeksi telah menyebabkan penduduk tinggal di rumah dan toko-toko tutup.

(CNN.com/agt)

[Gambas:Video CNN]