"Perbaikan irigasi kecil di 10 ribu lokasi dengan anggaran mencapai Rp2,25 triliun masing-masing lokasi sebesar Rp225 juta," ungkap Basuki, Senin (13/4).
Anggaran ini, sambung dia, tidak hanya untuk kebutuhan bahan bangunan irigasi, tapi juga upah bagi pekerja. Sebab, program ini ditujukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendistribusikan aliran dana ke desa di tengah pandemi virus corona atau covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya, Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan, Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) akan diselenggarakan di 900 kecamatan dengan anggaran Rp540 miliar.
Lalu, Penataan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di 364 kelurahan dengan anggaran Rp382 miliar. "Ini bertujuan agar tidak ada wilayah perkotaan yang kumuh," imbuhnya.
Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di 1.028 lokasi dengan anggaran Rp391 miliar. Selanjutnya, Pembangunan Rumah Swadaya Baru sebanyak166 ribu unit dengan anggaran Rp3 triliun dan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya sebanyak 10 ribu unit dengan anggaran Rp371 miliar.
Tak ketinggalan untuk pembangunan jalan sepanjang 47.017 km dengan anggaran Rp489 miliar dan pembangunan jembatan sepanjang 496.080 m dengan anggaran Rp110 miliar.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)