Bos AirAsia Tony Fernandes Relakan Gaji Selama Corona

CNN Indonesia | Senin, 13/04/2020 13:46 WIB
CEO Grup AirAsia Tony Fernandes merelakan gajinya sebagai buntut dari kebijakan mengurangi waktu bekerja karyawan di tengah pandemi corona. CEO Grup AirAsia Tony Fernandes merelakan gajinya sebagai buntut dari kebijakan mengurangi waktu bekerja karyawan di tengah pandemi corona. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu).
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO dan Pendiri Grup AirAsia Tony Fernandes bersama Chairman AirAsia Kamarudin Meranun merelakan gaji mereka selama pandemi virus corona.

Dalam surat elektronik yang dikirimkan AirAsia kepada seluruh pelanggannya, Fernandes bilang kondisi saat ini penuh ketidakpastian dan memukul dunia usaha, termasuk usaha maskapai penerbangan yang ia rintis selama 20 tahun.

"Kamarudin dan saya tidak akan mengambil gaji selama periode ini," ujarnya dalam surat tersebut yang diunggahnya juga lewat akun Twitter, Sabtu (11/4).


Selain itu, pekerja Allstars dari semua lini bisnis telah menerima tawaran pengurangan waktu kerja sementara dengan porsi antara 15 persen hingga 75 persen. Pengurangan waktu kerja tersebut akan dibagi berdasarkan tingkat senioritas.



Pasalnya, ia mengungkapkan 96 persen armada AirAsia tidak akan beroperasi sementara waktu. Artinya, perusahaan tidak akan mengantongi pendapatan.

Sementara, perusahaan masih memiliki kewajiban finansial yang harus dipenuhi, seperti pasokan bahan bakar dan agen penyewaan pesawat. Namun, Fernandes mengaku akan berusaha untuk mempertahankan seluruh stafnya.

"Kami merupakan satu dari segelintir maskapai di dunia yang masih tetap mempertahankan seluruh stafnya," terang Fernandes.

Terkait pembatalan penerbangan, ia mengatakan penumpang bisa mendapat kompensasi pengembalian dana. Namun, ia menawarkan pertimbangan saldo akun kredit berlaku selama satu tahun.

Menurutnya, opsi ini telah diambil oleh lebih 80 persen penumpang. Selain itu, proses pengembalian dana dalam bentuk saldo kredit diklaim lebih cepat. Sementara, untuk pengembalian dana biasa, akan memakan waktu lebih lama karena permintaan yang melonjak.

"Hanya saja, dikarenakan jumlah permintaan yang melonjak, proses pengembalian dana akan berlangsung lebih lama dari biasanya, yaitu antara 12 hingga 16 minggu," terang dia.

Fernandes mengaku belum pernah mengalami situasi seperti saat ini. Namun, opsi yang perusahaan ambil diharapkan dapat mengurangi beban di tengah pandemi virus corona.

"Kami belum pernah mengalami ini sebelumnya. Kami pun mengakui bahwa kami tidak selalu sempurna, tapi kami akan menempuh segala upaya yang terbaik, kapan pun," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(age/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK