Kata dia, Indonesia memiliki kewajiban mengekspor APD kepada negara-negara mitra (partner) seperti Jepang dan Korea Selatan sesuai dengan perjanjian bilateral yang telah disetujui sebelum merebaknya wabah virus corona.
Meski tetap mengekspor, ia menyatakan pemerintah tetap akan menjaga kebutuhan dalam negeri sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil produksi tersebut juga disebutnya telah berhasil memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Selain APD, Agus juga mengatakan pihaknya bersama dengan sejumlah industri sedang melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan ventilator.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan empat kelompok pengembang ventilator dari UI, tim Yogyakarta yang terdiri dari UGM dan sejumlah perusahaan swasta. Dari hasil koordinasi tersebut didapat kepastian bahwa beberapa kelompok pengembang ventilator akan mulai produksi akhir April ini.
"Untuk tim Yogyakarta, khusus kami justru bicara jangka menengah-panjang. Tidak hanya menangani covid, ke depannya mereka akan produksi jenis ventilator high grade yang dari kelompok lainnya akan memproduksi low cost," katanya Rabu (15/4).
[Gambas:Video CNN]
(wel/agt)