Ia mengungkapkan penyebaran virus corona di global dan di Indonesia akan menjadi penghambat pencapaian target pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, wabah tersebut telah melumpuhkan kegiatan sosial dan ekonomi.
Alhasil, hampir seluruh sektor terkena dampak oleh wabah tersebut dan membuat ekonomi melambat tahun ini. "Prediksi pertumbuhan ekonomi di bawah 5 persen untuk kuartal I 2020, tapi masih cukup baik di 4,5 persen-4,6 persen," kata Sri Mulyani dalam video conference, Jumat (17/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ia belum bisa memastikan apakah kuartal II 2020 ini merupakan puncak dari dampak virus corona terhadap ekonomi. Sebab, belum ada pihak yang bisa memastikan kapan tepatnya penyebaran virus itu akan berakhir.
"Itu lihat lagi apakah nanti pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 bisa membaik atau justru stagnan karena virus corona. Ini paling sulit membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi," tutur dia.
[Gambas:Video CNN]
Untuk itu, pemerintah berupaya mempertahankan ekonomi dalam negeri dengan menambah alokasi jaring pengaman sosial (social safety net) demi mempertahankan daya beli masyarakat. Dengan begitu, risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi bisa diminimalisir.
"Kami berupaya mengurangi dampaknya dengan bantuan langsung tunai, kartu sembako, dan kartu prakerja," jelas Sri Mulyani.
Secara keseluruhan, ia memprediksi ekonomi pada tahun ini tumbuh 2,3 persen. Angkanya jauh melambat dibandingkan target di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yang mencapai 5,3 persen.