Corona, Ekonomi China Minus 6,8 Persen pada Kuartal I 2020
CNN Indonesia
Jumat, 17 Apr 2020 10:29 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertumbuhan ekonomi China tercatat minus 6,8 persen pada kuartal I 2020 atau terburuk sejak 1976. Kontraksi perekonomian China terjadi akibat pandemi covid-19.
Sejumlah langkah ekstrem yang diambil China untuk menekan penyebaran pandemi virus corona telah membuat ekonomi China lumpuh. Dikutip dari AFP, Biro Statistik Nasional China (NBS) telah merilis data pertumbuhan ekonomi China kuartal I 2020.
Walaupun menyusut hingga minus 6,8 persen, namun angka tersebut dinilai lebih tinggi dari perkiraan para ekonom yang bisa mencapai minus 8,2 persen.
Menurut NBS, pertumbuhan negatif tersebut menjadi yang pertama sejak China mencatat data kuartalan di awal 1990-an. Data produksi industri China pun terkoreksi 1,1 persen pada Maret. Penurunan ini terjadi karena dampak penutupan pabrik hingga pembatasan perjalanan China karena covid-19.
Sektor ritel pun mengalami 'pukulan'. NBS mencatat sektor ritel China anjlok 15,8 persen pada Maret lalu karena kekhawatiran virus corona akan kembali ke China.
Namun, tingkat pengangguran di perkotaan China perlahan mulai turun menjadi 5,9 persen pada Maret 2020 dari 6,2 persen pada Februari 2020.
IMF telah memperingatkan bahwa pandemi virus corona akan 'mengancam' resesi global dan memicu kontraksi ekonomi terdalam sejak 1930.
[Gambas:Video CNN]
(age/agt)
Sejumlah langkah ekstrem yang diambil China untuk menekan penyebaran pandemi virus corona telah membuat ekonomi China lumpuh. Dikutip dari AFP, Biro Statistik Nasional China (NBS) telah merilis data pertumbuhan ekonomi China kuartal I 2020.
Walaupun menyusut hingga minus 6,8 persen, namun angka tersebut dinilai lebih tinggi dari perkiraan para ekonom yang bisa mencapai minus 8,2 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IMF telah memperingatkan bahwa pandemi virus corona akan 'mengancam' resesi global dan memicu kontraksi ekonomi terdalam sejak 1930.
[Gambas:Video CNN]
(age/agt)