Presiden dan CEO Boeing Commercial Airplanes Stan Deal menerangkan pemanggilan kembali dilakukan setelah perseroan memastikan memiliki basis pasokan yang handal.
"Kami sudah menyediakan peralatan pelindung pribadi dan kami akan menjalankan semua langkah keamanan untuk melanjutkan pekerjaan penting bagi pelanggan kami," ujarnya dikutip dari CNN.com, Senin (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal tahun 2020, produsen pesawat dan jet itu tercatat memiliki 161 ribu karyawan dan sekitar sepertiga dari mereka diwakili oleh serikat pekerja.
Seperti diketahui, maskapai penerbangan memangkas jadwal mereka 70 persen hingga 90 persen akibat penurunan permintaan di tengah pandemi.
Boeing melaporkan bahwa pelanggan membatalkan pesanan untuk 150 armada pada Maret dan 41 pesanan pada Februari lalu. Tak hanya itu, maskapai juga menunda tanggal pengiriman jet yang telah mereka pesan.
Boeing sendiri mengantongi hampir 30 persen dari pendapatannya tahun lalu dari penjualan ke militer AS.
Beberapa waktu lalu mereka terpaksa melakukan grounded terhadap armadanya jenis 737 Max 8. Sebagaimana diketahui, Boeing 737 Max 8 milik Lion Air dan Ethiopian Airlines jatuh tak lama usai lepas landas sehingga menewaskan ratusan penumpang dan kru.
Boeing juga menyatakan akan bersiap untuk melanjutkan produksi 737 Max di pabrik Washington yang dihentikan pada Januari akibat insiden fatal tersebut.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)