Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan jumlah investasi pada kuartal I 2020 tumbuh 7,9 persen dibanding Rp195,1 triliun pada kuartal I 2019. Begitu juga dengan kuartal IV 2019 senilai Rp208,3 triliun.
"Ini bukan angka hasil menebak, tapi sesuai yang dilaporkan oleh seluruh perusahaan di bawah koordinasi BKPM. Meski ada covid-19, masih ada secercah harapan di investasi. Angka ini berasal dari sekitar 25.190 proyek," ujar Bahlil, Senin (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan negara asal, investasi umumnya berasal dari Singapura mencapai US$2,7 miliar atau 40,1 persen dari total investasi. Disusul dari China US$1,3 miliar atau 18,9 persen, Hong Kong US$600 juta atau 9,3 persen, Jepang US$600 juta atau 8,9 persen, dan Malaysia US$500 juta atau 71, persen.
Berdasarkan lokasi penempatan, aliran investasi tertanam di Jawa Timur mencapai Rp31,4 triliun atau 14,9 persen dari total investasi.
Selanjutnya, di Jawa Barat Rp29,9 triliun atau 14,1 persen, DKI Jakarta Rp20,1 triliun atau 9,6 persen, Jawa Tengah Rp19,3 triliun atau 9,1 persen, Riau Rp12,8 triliun atau 6 persen, dan sisanya Rp97,2 triliun atau 46,2 persen dari total investasi.
Dari investasi ini, penyerapan tenaga kerja mencapai 303.085 orang pada kuartal I 2020. Jumlah tenaga kerja meningkat 67.684 orang atau 28,75 persen dari 235.401 orang pada kuartal I 2019.
"Terbukti peningkatan investasi masih bisa menciptakan lapangan kerja sekitar 330 ribu orang. Bahkan ini perbedaan yang jauh sekali dari 2019," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)