Menurut ia, momentum kejatuhan harga minyak akibat pandemi virus corona bisa dimanfaatkan untuk melakukan kontrak jangka panjang dengan produsen minyak.
"Bagaimana peluang Indonesia jika harga minyak dunia turun seperti sekarang? Di sejumlah negara konsumen minyak besar, dalam situasi ini mereka akan cenderung melakukan kontrak jangka panjang dengan produsen minyak. Harga dan jangka waktu delivery-nya (pengiriman) bisa diatur," ujar Arcandra dalam akun Instagram pribadinya, @arcandra.tahar, dikutip Selasa (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, jika kapasitas storage terbatas atau sudah penuh, maka pengiriman dapat ditentukan melalui kontrak jangka panjang tersebut.
"Tentunya kita bisa menentukan kapan delivery time (waktu pengiriman) dari crude oil (minyak mentah) tersebut. Harganya pun akan tetap menguntungkan," imbuh dia.
Contohnya, pengembangan proyek kilang minyak, pengembangan petrochemical, dan infrastruktur lain, seperti jaringan gas bumi.
Harapannya, infrastruktur hilir tersebut sudah siap beroperasi ketika harga minyak kembali normal. Toh, pembangunan infrastruktur sektor hilir membutuhkan waktu kurang lebih tiga hingga lima tahun.
"Berbagai ikhtiar tersebut tentunya telah dan akan terus dilakukan pemerintah. Kita berdoa, semoga setiap langkah yang dilakukan akan memberikan manfaat dan kemajuan bagi negeri tercinta. Inshaa Allah," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)