Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Hariyanto mengatakan realisasi penyerapan biodiesel tidak memenuhi total PO karena terkena dampak pandemi virus corona atau covid-19 di Indonesia. Pasalnya, pandemi corona menghambat aktivitas bisnis yang selanjutnya menurunkan kemampuan industri untuk menyerap biodiesel.
"Ini berdampak pada penggunaan biodiesel seperti saya utarakan. Terjadi penurunan demand dari penggunaan B30 yang secara langsung akan mengurangi penggunaan biodiesel," kata Hariyanto dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsumsi biodiesel mencapai 2,37 juta KL pada 2017. Kemudian, naik 49 persen menjadi 3,55 juta KL pada 2018.
Selanjutnya, naik lagi 79,43 persen menjadi 6,37 juta KL pada 2019. Peningkatan konsumsi biodiesel sejalan dengan program B20 atau mencampur 20 persen biodiesel ke Bahan Bakar Minyak (BBM).
[Gambas:Video CNN]
(uli/sfr)